Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Operasional Bukaan Pintu Air Pada Bendungan Pengendali Air (Bendali) Manggar Kecil sebagai Pengendalian Banjir Putra Lufian Tiko; Gilang Id'fi; Muhammad Abdul Rahman; Vita Ayu Kusuma Dewi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.2.251-260

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar Kecil adalah salah satu kawasan di Kota Balikpapan yang memiliki potensi banjir. Upaya pemerintah Kota Balikpapan dalam menangani masalah banjir di DAS tersebut melalui perencanaan pembangunan bendali. Dalam perencanaan bendali membutuhkan data debit banjir, maka perlu dilakukan pendekatan hidrograf. Selain itu, dalam perencanaan bendali dilakukan pengaplikasian pintu air dengan tipe sorong atau sluice gate. Terdapat 3 (tiga) tahapan dalam penelitian ini. Tahapan pertama yaitu menganalisis debit hidrologi menggunakan HSS Nakayasu secara analitik. Tahapan kedua adalah memodelkan bendali dan pintu air, dilanjut dengan menganalisis berdasarkan bukaan pintu air. Tahapan keempat adalah analisis rating curve yang digunakan untuk mengetahui elevasi muka air, elevasi jagaan dan tampungan pada bendali. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh debit periode 100 tahun metode HSS Nakayasu sebesar 212,9 m3/detik. Oleh karena itu, debit yang dipakai untuk pemodelan bendali menggunakan debit hidrograf metode Nakayasu. Berdasarkan pemodelan bendali menggunakan HEC-RAS, diperoleh penurunan elevasi muka air berada pada elevasi 18,91 meter. Pada elevasi ini, tampungan bendali dapat menampung volume air sebesar 5.236,486 m³. Selain itu, bendali secara signifikan mampu mengurangi dan mereduksi volume debit banjir sebesar 195,2 m³/detik. Hal tersebut memberikan tambahan elevasi jagaan (freeboard) yang cukup besar, sehingga bendali tidak mengalami overtopping atau luapan air yang melewati batas mercu bendali.
ANALISIS METODE SLUICING UNTUK PENGENDALIAN SEDIMENTASI DI BENDUNGAN SUTAMI MENGGUNAKAN HEC-RAS Andi Prasetio Andi Prasetio; Mega Septia Sarda Dewi; Muhammad Abdul Rahman; Vita Ayu Kusuma Dewi
Bangunan Vol. 31 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um071v31i12026p71-78

Abstract

Sedimentasi merupakan permasalahan utama yang memengaruhi kinerja dan umur layanan Bendungan Sutami, khususnya akibat tingginya suplai sedimen dari Sungai Brantas. Salah satu metode pengendalian sedimentasi yang diterapkan adalah sluicing, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kondisi hidraulik dan strategi operasional yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon hidraulik dan sedimentasi akibat penerapan metode sluicing melalui pemodelan numerik menggunakan HEC-RAS dengan pendekatan aliran tak tunak selama 24 jam. Analisis difokuskan pada perubahan dasar sungai, distribusi spasial sedimentasi, serta perbandingan respon antara penampang kritis di sekitar bendungan (RS 5) dan penampang hilir yang lebih jauh (RS 10). Hasil simulasi menunjukkan bahwa operasi sluicing dengan pembukaan pintu selama 24 jam menghasilkan peningkatan tegangan geser dasar yang signifikan di RS 5, sehingga mampu memobilisasi sedimen dan memicu proses erosi dasar sungai secara dominan di sekitar bendungan. Sebaliknya, pada RS 10 nilai tegangan geser yang terbentuk relatif lebih rendah, menyebabkan sebagian sedimen yang termobilisasi dari hulu mengalami deposisi kembali di ruas hilir. Pola perubahan mass bed change cumulative mengindikasikan bahwa sedimen tidak seluruhnya keluar dari sistem, melainkan mengalami redistribusi spasial dari zona energi tinggi ke zona energi rendah. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas sluicing bersifat temporal dan spasial. Operasi sluicing yang dilakukan secara kontinu selama 24 jam tidak selalu menghasilkan peningkatan efisiensi pengangkutan sedimen secara proporsional, karena hanya sebagian periode operasi yang berada pada kondisi hidraulik efektif. Oleh karena itu, metode sluicing terbukti efektif sebagai upaya pengendalian sedimentasi di sekitar bendungan, namun perlu dioptimalkan melalui pengaturan waktu dan debit operasi berbasis respon hidraulik. Pendekatan ini penting agar sluicing tidak hanya memindahkan sedimen ke lokasi lain, tetapi benar-benar berkontribusi pada pengelolaan sedimentasi Bendungan Sutami secara berkelanjutan.