Penelitian ini menganalisis perbandingan pengelolaan persediaan tepung di Shinta Cake Shop, Aceh Tamiang, dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Sistem kebijakan perusahaan yang diterapkan saat ini dinilai kurang efisien karena menghasilkan biaya persediaan sebesar Rp 6.360.000 dan frekuensi pemesanan sebanyak 72 kali per tahun. Dengan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal adalah 954,55 kg, dilakukan 6 kali dalam setahun, dengan total biaya persediaan sebesar Rp 5.773.154,97. Sebaliknya, metode JIT memesan 75,67 kg sebanyak 79 kali, dengan total biaya persediaan hanya sebesar Rp 2.356.880,64. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Just In Time (JIT) lebih efisien dalam mengelola biaya persediaan, memungkinkan pengurangan biaya penyimpanan dan meningkatkan efisiensi operasional. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode Just In Time (JIT) untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan persediaan di Shinta Cake Shop.