Ima Nurmaliah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Telaah Kritis Gharar dalam Layanan Keuangan Digital Shopee PayLater: Analisis Tafsir Ayat dan Syarah Hadits Muamalah Ima Nurmaliah; Laila Barokah; Milfa Rahma Aulia; Lina Marlina
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i1.5931

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji secara kritis konsep gharar (ketidakjelasan/spekulasi) dalam konteks layanan keuangan digital Shopee PayLater. Analisis difokuskan pada tafsir ayat-ayat Al-Qur'an dan syarah hadits muamalah yang melarang transaksi mengandung gharar. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-yuridis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep gharar dalam fikih muamalah meliputi ketidakjelasan pada objek, harga, atau waktu serah terima yang dapat merugikan salah satu pihak. Layanan Shopee PayLater dianalisis memiliki unsur gharar, khususnya terkait biaya layanan dan denda keterlambatan yang dapat menimbulkan ketidakpastian serta berpotensi mengandung unsur riba. Secara fikih, transaksi yang mengandung gharar dilarang karena bertentangan dengan prinsip keadilan dan transparansi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlu adanya mitigasi risiko dan penyesuaian model bisnis Shopee PayLater agar selaras dengan prinsip syariah.
Kajian Normatif Syariah terhadap Kebijakan Suku Bunga Bank Indonesia selama Pandemi COVID-19 Darin Diffana Athifah; Dzakwan Afaf Muhammad; Halwa Halimatusadiyah; Ima Nurmaliah
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v3i1.6132

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan perlambatan ekonomi di Indonesia sehingga Bank Indonesia menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) secara bertahap untuk meningkatkan likuiditas dan mendorong sektor riil. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan normatif dari perspektif ekonomi syariah terkait larangan riba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan suku bunga BI selama pandemi dari perspektif syariah serta mengeksplorasi alternatif kebijakan moneter berbasis prinsip syariah yang mendukung stabilitas ekonomi dan pertumbuhan sektor riil. Metode penelitian menggunakan pendekatan normatif deskriptif melalui kajian literatur primer dan sekunder, termasuk fatwa DSN-MUI, pemikiran fuqaha kontemporer, dan data kebijakan moneter BI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun BI tidak terlibat langsung dalam praktik riba, kebijakan penurunan suku bunga tetap mempertahankan struktur ekonomi berbasis bunga dan dapat ditoleransi dalam kondisi darurat (al-dharūrāt tubīḥu al-maḥẓūrāt), namun tidak dapat dijadikan dasar permanen. Instrumen moneter syariah seperti Sukuk BI terbukti memiliki potensi untuk menjaga likuiditas, mendorong pertumbuhan sektor riil secara adil, dan memperkuat transmisi kebijakan moneter. Kesimpulannya, kebijakan moneter berbasis prinsip syariah menawarkan alternatif yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi sistem moneter nasional.