Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manual Small Incision Cataract Surgery pada Pasien Katarak dengan Pupil Kecil: Sebuah Laporan Kasus Kurniawan, Hendra; Sadri, Irsad; Asvinia, Made Astri
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 7 No 2 (2025): Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ojkmi.v7i2.85

Abstract

Pendahuluan: Katarak adalah penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat dicegah, dan operasi masih merupakan satu-satunya terapi definitif. Manual Small Incision Cataract Surgery (MSICS) merupakan teknik yang banyak digunakan di negara berkembang karena biaya rendah dan efektivitasnya. Pupil kecil adalah salah satu tantangan intraoperatif yang signifikan, terutama di fasilitas tanpa akses penggunaan alat ekspansi pupil. Laporan kasus: Laki-laki berusia 73 tahun, datang dengan penurunan penglihatan progresif pada mata kanan. Pemeriksaan menunjukkan visus 4/60, dan didiagnosis katarak senilis matur, serta dilatasi pupil maksimal ±5 mm. Operasi dilakukan dengan teknik MSICS menggunakan can-opener capsulotomy, prolaps nukleus, dan manual delivery. Pada hari pertama pascaoperasi, visus meningkat menjadi 6/15 dengan pinhole, dan setelah 1 minggu visus terbaik tercapai 6/10. Komplikasi ringan berupa edema kornea minimal, pupil ireguler, dan sisa korteks kecil yang tidak mengganggu aksis visual. Pembahasan: Kasus ini menegaskan bahwa MSICS dapat menjadi alternatif yang aman dan efektif pada katarak dengan pupil kecil di fasilitas terbatas. Hasil ini sejalan dengan literatur yang menunjukkan MSICS mampu memberikan perbaikan visus baik tanpa alat ekspansi pupil. Simpulan: MSICS tetap merupakan teknik penting yang perlu dikuasai, terutama pada kondisi penyulit seperti pupil kecil, karena mampu memberikan perbaikan visus dengan komplikasi minimal.
Laserasi Kornea Penetran dengan Katarak Traumatika: Laporan Kasus Made Astri, Asvinia; Sadri, Irsad; Andreas; Atnil, Daniel
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 7 No 3 (2025): Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ojkmi.v7i3.91

Abstract

Pendahuluan: Trauma okular merupakan penyebab penting morbiditas visual; insidensi open globe injury diperkirakan 3,5–4,5 per 100.000 populasi per tahun. Kornea dan lensa merupakan struktur yang paling sering terdampak, dan katarak traumatika dapat muncul segera setelah trauma. Laporan kasus: Laki-laki 54 tahun datang dengan keluhan penglihatan mata kiri buram sejak 2 hari setelah terkena serpihan plafon. Visus 1/300, tekanan intraokular 13 mmHg. Pemeriksaan slit-lamp menunjukkan laserasi kornea full-thickness zona I dengan edema kornea, pupil lonjong dengan iris tertarik/inkarserata ke arah luka, lensa keruh total, dan shadow test (-). Pasien mendapat antibiotik sistemik dan antibiotik topikal. Dilakukan penjahitan kornea menggunakan benang nilon monofilamen 10-0 dengan teknik simple interrupted, disertai ekstraksi lensa dan implantasi intraocular lens (IOL) okuli sinistra dalam anestesi umum. Pembahasan: Penutupan laserasi kornea sedini mungkin merupakan langkah utama untuk memulihkan integritas bola mata dan menurunkan risiko komplikasi infeksi. Waktu tindakan katarak traumatika dan implantasi IOL dapat disesuaikan dengan kondisi segmen anterior; pada kasus ini, tindakan satu tahap memberikan perbaikan visual tanpa komplikasi bermakna selama evaluasi 1 bulan. Simpulan: Penggunaan terminologi BETT untuk menegakkan diagnosis serta tatalaksana operatif yang cepat dan evaluasi pascaoperasi yang ketat dapat menghasilkan luaran visual yang baik pada laserasi kornea penetran dengan katarak traumatika.