Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Laserasi Kornea Penetran dengan Katarak Traumatika: Laporan Kasus Made Astri, Asvinia; Sadri, Irsad; Andreas; Atnil, Daniel
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 7 No 3 (2025): Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ojkmi.v7i3.91

Abstract

Pendahuluan: Trauma okular merupakan penyebab penting morbiditas visual; insidensi open globe injury diperkirakan 3,5–4,5 per 100.000 populasi per tahun. Kornea dan lensa merupakan struktur yang paling sering terdampak, dan katarak traumatika dapat muncul segera setelah trauma. Laporan kasus: Laki-laki 54 tahun datang dengan keluhan penglihatan mata kiri buram sejak 2 hari setelah terkena serpihan plafon. Visus 1/300, tekanan intraokular 13 mmHg. Pemeriksaan slit-lamp menunjukkan laserasi kornea full-thickness zona I dengan edema kornea, pupil lonjong dengan iris tertarik/inkarserata ke arah luka, lensa keruh total, dan shadow test (-). Pasien mendapat antibiotik sistemik dan antibiotik topikal. Dilakukan penjahitan kornea menggunakan benang nilon monofilamen 10-0 dengan teknik simple interrupted, disertai ekstraksi lensa dan implantasi intraocular lens (IOL) okuli sinistra dalam anestesi umum. Pembahasan: Penutupan laserasi kornea sedini mungkin merupakan langkah utama untuk memulihkan integritas bola mata dan menurunkan risiko komplikasi infeksi. Waktu tindakan katarak traumatika dan implantasi IOL dapat disesuaikan dengan kondisi segmen anterior; pada kasus ini, tindakan satu tahap memberikan perbaikan visual tanpa komplikasi bermakna selama evaluasi 1 bulan. Simpulan: Penggunaan terminologi BETT untuk menegakkan diagnosis serta tatalaksana operatif yang cepat dan evaluasi pascaoperasi yang ketat dapat menghasilkan luaran visual yang baik pada laserasi kornea penetran dengan katarak traumatika.
Omega-3 Fatty Acids for Dry Eye Disease: An Updated Systematic Review Sari, Gusti Ayu Ning Wikan; Atnil, Daniel; Pelupessy, Thessia Eflien
Oftalmologi : Jurnal Kesehatan Mata Indonesia Vol 7 No 3 (2025): Oftalmologi: Jurnal Kesehatan Mata Indonesia
Publisher : Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ojkmi.v7i3.94

Abstract

Introduction: Dry eye disease (DED) is a multifactorial disorder involving tear film instability and ocular surface inflammation. Oral omega-3 fatty acids have been investigated as adjunctive therapy due to their anti-inflammatory and tear-stabilizing effects. Methods: This systematic review followed PRISMA guidelines and included randomized controlled trials and prospective studies published up to August 2025. Databases searched were PubMed, Scopus, Web of Science, and the Cochrane Library. Primary outcomes were tear break-up time and patient-reported symptoms, with secondary outcomes including Schirmer test results, ocular surface staining, inflammatory markers, and adverse events. Results: Fifteen studies across various DED subtypes were included. Most reported improvements in tear film stability and symptoms, although two large trials found no significant benefit. Omega-3 supplementation was generally safe, with mild gastrointestinal effects. Conclusion: Oral omega-3 supplementation is safe and shows moderate efficacy as an adjunctive therapy for dry eye disease, particularly in patients with tear film instability and ocular surface inflammation. Variability in outcomes across studies highlights the need for standardized formulations, optimal dosing regimens, and subgroup-specific recommendations in future trials.