The COVID-19 pandemic has had a substantial impact on the economic activities and livelihoods of pedicab drivers in the Malioboro area. This paper seeks to investigate the logical decisions made by pedicab drivers who continue to operate in the Malioboro area despite the COVID-19 pandemic. The research was conducted using the qualitative method with a descriptive approach. There were a total of 10 pedicab drivers in Malioboro who were informants of this study. This study demonstrates that there is an element of rational choice among pedicab drivers in the Malioboro area who choose to live and continue operating despite pandemic conditions that pose a threat to their health. This rational choice stems not just from the reality that the Pedicab is the only resource they have but also from the values among pedicab drivers' and their community's feeling of solidarity. Because being a pedicab driver is the only skill and resource they have at the moment, they decided to keep working even when there was a threat pandemic.AbstrakPandemi Covid-19 telah memberikan dampak signifikan pada aktivitas dan perekonomian tukang becak di kawasan Malioboro. Artikel ini bertujuan mengkaji tentang pilihan rasional tukang becak yang tetap memilih untuk beraktivitas di kawasan Malioboro meskipun dalam kondisi Pandemi Covid-19. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian ini adalah para tukang becak yang ada di kawasan Malioboro dengan jumlah sepuluh orang tukang becak. Kajian ini menunjukkan bahwa terdapat aspek pilihan rasional pada diri tukang becak di kawasan Malioboro yang tetap memilih untuk bertahan dan beroperasi meski dalam kondisi pandemi yang berbahaya bagi kesehatan mereka. Pilihan rasional tersebut selain bersumber dari realitas bahwa becak adalah satu-satunya sumber daya yang mereka miliki, juga bersumber dari nilai-nilai yang diyakini para tukang becak serta rasa kebersamaan yang terdapat dalam komunitas paguyuban mereka. Tetap beroperasi meski dalam kondisi pandemi dipilih dengan tujuan mempertahankan hidup karena menjadi tukang becak merupakan satu-satunya kemampuan dan sumber daya sementara ini mereka miliki.