Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Word Hijab and Khimar in the Qur'an: A Double Movement Hermeneutic Analysis Fazlur Rahman Maisurah, Fida Layly; Rahman, Habibur; Nahri, Delta Yaumin; Asma'i, Ali Mahmud
Al-Irfan : Journal of Arabic Literature and Islamic Studies Vol. 7 No. 1 (2024): March
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/al-irfan.v7i1.288

Abstract

The Problem of the boundaries of genitalia and proper dress code for women are still become a crussial issue that must always be considered and studied. As a attention and privilege for women in Islam and The Quran, there is a letter which is taken from the word “women”. It’s called surah an-Nisa’. The form of Islamic concern is also contained in the study of verses of the hijab and khimar which include the rulesfor covering the women’s genitals are found in two different letters. namely, QS. an-Nur (24): 31, and QS. al-Ahzab (33): 59. The use of terms hijab and khimar in the two verses have their respective similarities and differences. The method used in this study is a qualitative approach with a descriptive-analytical-thematic method. In this study, the author compiles verses about the jilbab and khimar by referring to the book al-Mu’jam al-Mufahras li Alfāẓi al-Qur’ān.then examines the translitation and interpretation of verses using a classical and contemporary era interpretation.Then analyze the interpretation using Fazlur Rahman’s double movement hermeneutic theory. The result of this study are: first, there are two verses in different letters regarding the terms jilbab and khimar. Namely QS. an-Nur (24): 31, and QS. al-Ahzab (33): 59. Second, there are similarities and differences between the interpretation of the classical era and also the contemporary era regarding the rules of jilbab and khimar in the Quran. Third, the moral ideal of this study is that Muslim wmen have an equal position. Likewise with men. The honor and nobility of women in the current context is given more attention than in one context in jahilia era. The specific law of the study of the term jilbab dan khimar is thah the syariat of jilbab dan khimar is not only to cover the private parts. But also that are non-physical must also be considered by closing the heart and mind from commiting immorality.
PENGAJARAN BAHASA ARAB DAN SOSIOLOGI MASYARAKAT ISLAM INDONESIA: KAJIAN FENOMENOLOGI-SOSIOLINGUISTIK Rahman, Habibur; Maisurah, Fida Layly
Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 2 (2023): Desember
Publisher : CV. Jendela Gagasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61743/cg.v1i2.44

Abstract

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa penting di Indonesia, hal tersebut karena bahasa Arab seringkali digunakan dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia yang mayoritas adalah penduduk muslim. Disadari atau tidak, penggunaan bahasa Arab sudah memasuki berbagai aspek interaksi sosial dalam ranah tatanan komunikasi masyarakat Indonesia, baik komunikasi formal atau nonformal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Masalah utama yang akan digali dan dipahami melalui metode ini adalah berbagai macam gejala sosial dan fenomena kebahasaan yang dibahas secara komprehensif untuk memperoleh pengertian, hakikat, struktur dan makna dari pengalaman sosial dari gejala yang dialami. Adapun yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah fenomena-fenomena sosio-linguistik yang berhubungan dengan relasi bahasa Arab dengan masyarakat muslim di Indonesia. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa relasi antara Bahasa Arab dan masyarakat Islam di Indonesia dapat disimpulkan dalam beberapa poin berikut, Pertama: terdapat hubungan antara Islam dan masyarakat yang beririsan pada masyarakat Islam. Kedua, terdapat hubungan antara masyarakat dan Islam yang akan menghasilkan lembaga Islam. Lembaga Islam ini mencakup berbagai aspek masyarakat baik sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Ketiga, terdapat hubungan antara Islam dan lembaga Islam yang akan beririsan pada peradaban Islam. Keempat, terdapat hubungan antara masyarakat dan lembaga Islam yang akan beririsan pada budaya Islam.