Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan Melalui Pendekatan Kearifan Lokal Masyarakat Wilayah Adat Suku Wio / Mukoko Suku Hubula Wamena Kabupaten Jayawijaya Papua Indonesia Saifullah Anwar; Rudihartono Ismail; Dines Muni; Sahrail Robo
Jurnal Honai Vol 1 No 2 (2022): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol2.no1.art4

Abstract

Pembangunan lingkungan berkelanjutan menjadi bagian integral dari pendekatan kearifan lokal salah satunya pada suku wio/mukoko suku hubula. Berdasarkan Teori Merilee S. Grindle dalam kaitannya dengan suku wio/mukoko bahwa keberhasilan implementasi kebijakan dipengaruhi oleh dua variabel besar, yakni isi kebijakan dan konteks kebijakan. Dalam hal konteks implementasi kebijakan terdiri dari 3 (tiga) prasyarat antara lain 1. keterlibatan pimpinan adat suku wio/mukoko, 2. bentuk kebijakan pembangunan lingkungan yang seperti apa yang diterapkan. 3. Kepatuhan dan daya tanggap. Data dalam penelitian ini bersumber dari studi kepustakaan yakni jurnal atau karya tulis yang relevan dan wawancara terhadap narasumber yang sesuai dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan lingkungan di Kabupaten Jayawijaya belum sepenuhnya melibatkan masyarakat hukum adat yang diakui. Hal ini tercermin dalam perda belum mengklasifikasikan pola lingkungan pada adat Suku Wio/Mukoko yang memiliki karakteristik tersendiri mulai dari keterlibatan pimpinan adat suku wio/mukoko, bentuk kebijakan pembangunan lingkungan yang seperti apa yang diterapkan, khususnya di Suku Wio/Mukoko membedakan tanah yang terdiri dari tanah sakral dan tanah keramat, yang dalam pengelolaan sumber daya alamnya terdiri dari Zona Okama/hutan dan Zona Selekma (permukiman) yang notabene diberikan perlakukan khusus yang berbeda dalam kaitannya dengan suatu pembangunan lingkungan. Serta, kepatuhan dan daya tanggap yang dimaksudkan bahwa dengan adanya pendekatan kearifan lokal maka akan muncul partisipasi untuk mengoptimalkan pembangunan dengan cara mematuhi kebijakan yang telah dicanangkan Pemerintah dan dapat berperan aktif untuk mengawasi pembangunan yang ada. Kepatuhan yang dimaksud adalah ketaatan internal masyarakat adat agar pembangunan lingkungan tetap berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Urban Growth Kota Wamena: Dinamika Perubahan Penggunaan Lahan dan Pertumbuhan Kawasan Permukiman Sabriani Sabriani; Hardiyanti Hardiyanti; Dines Muni; Valentin Annisa Febrianti
JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Vol. 5 No. 1 (2026): JURNAL WILAYAH, KOTA DAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jwikal.v5i1.1073

Abstract

This study aims to analyze the dynamics of urban growth, land use change, and settlement development in Wamena City during 2020–2025. The research employed a quantitative descriptive approach using satellite imagery and population data obtained from the Central Bureau of Statistics (BPS) of Jayawijaya Regency. The analysis was conducted through satellite image interpretation to identify land use changes and the expansion of built-up areas.The results indicate that the built-up area in Wamena City increased from 1,250 hectares in 2020 to 2,012 hectares in 2025. Meanwhile, the population increased from 44,315 people to 49,102 people during the same period. Land use changes were dominated by the conversion of open land into residential areas and other urban facilities. Settlement growth generally followed the main road networks, city center, and areas surrounding Wamena Airport. Population growth, urbanization, economic activities, and infrastructure development were identified as the main factors influencing urban growth dynamics in Wamena City. These conditions resulted in reduced open spaces and increased urban density.