Pengembangan ruang hijau di sekitar masjid memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas interaksi sosial dan lingkungan, terutama dalam bagian dari arsitektur keberlanjutan. Penelitian ini mengeksplorasi dampak pengembangan dan pembuatan ruang hijau yang terbengkalai di area Masjid Nurul Huda terhadap interaksi sosial masyarakat dan kualitas lingkungan sekitar. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode observasi lapangan, wawancara dengan pengguna, serta analisis desain berbasis prinsip keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan ruang hijau tidak hanya memperbaiki estetika lingkungan masjid, namun juga meningkatkan intensitas dan kualitas interaksi sosial, seperti kegiatan keagamaan, edukasi, dan komunitas. Elemen desain berupa taman bermain, jalur pedestrian, dan area santai mendukung berbagai aktivitas sosial antar generasi khususnya jamaah masjid. Dampak lingkungan, penanaman vegetasi lokal dan sistem bioretensi berhasil meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu panas, dan mengelola air hujan dengan lebih efisien. Selain itu, pendekatan keberlanjutan yang diterapkan melalui penggunaan material ramah lingkungan, teknologi hemat energi, dan partisipasi komunitas dalam perawatan taman menciptakan ruang hijau yang fungsional, inklusif, dan berkelanjutan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa desain ruang hijau berbasis arsitektur Islam yang keberlanjutan dapat menjadi model pengembangan untuk masjid-masjid lain, menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pelestarian lingkungan.