Yasir, Asmuni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Syah Waliyullah Yasir, Asmuni
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 11 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riwayat Hidupnya Syah Waliyullah (1703-1762), dilahirkan di delhi. Orang tuanya Bernama Syah Abd Al-Rahim seorang sufi dan ulama yang memiliki madrasah, adalah pula pemimpin setempat Tarekat Naqshebandi, Ia dididik orang tuanya yang kemudian setelah dewasa turut mengajar di madrasah itu. Ia selanjutnya naik haji dan tinggal di Hijaz selama satu tahun dimana ia sempat belajar kepada ulama-ulama di Makkah dan Madinah. Ia hidup sezaman dengan Ibn Abd. Al Wahhab, tetapi tidak ada bukti bakaw mereka saling mempengaruhi meskipun ide pembaharuannya ada persamaan. Sepulangnya dari mekkah pada tahun 1732 ia Kembali ked elhi dan meneruskan pekerjannya yang lama sebagai guru. Kemudia ia sebagai seorang sufi menggantikan ayahnya. Diakui oleh Muhammad Iqbal bahwa  Syah Waliyullah adalah ulama besar terakhir dari Islam. Dan setengah orang menganggapnya lebih besar dari (al-Ghozali dan Ibn Rusyd). Disamping ide dan pendapat-pendapatnya difahami dan dilanjutkan serta dikembangkan oleh tokoh dibelakangnya ia banyak meninggalkan karangan-karangan seperti Hujjatullah Al-Balighin, Ham’at dan Terjemah serta Tafsir Al-Qur’an dalam Bahasa Persi yang kemudian diterjemahkan dalam Bahasa Urdu oleh putranya.
Khawarij Yasir, Asmuni
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 10 (1975)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi menjelang timbulnya Khawarij. Kebijaksanaan Khalifah Usman dalam menjalankan pemerintahan banyak dipengaruhi oleh keluarganya, sehingga banyak penggantian pejabat-pejabat dan pembaharuan-pembaharuaan administrasi. Dari segi ketertiban administrasi dapatlah dicatat bahwa masa Usman sudah dirintis sebagai imbangan dari makin luasnya daerah kekuasaannya. Dr. Harun Nasution mengatakan bahwa Usman termasuk dalam golongan pedagang Quraisy yang kaya. Kaum keluarganya terdiri dari orang-orang aristocrat Makkah yang karena pengalaman dagang mereka mempunyai pengetahuaan tentang administrasi. Pengetahuan merekan ini bermanfaat dalam memimpin administrasi daerah-daerah diluar semenanjung Arabia yang bertambah banyak masuk kebawah kekuasaan Islam. Atas dasar itulah kiranya, disamping pengaruh keluarganya, maka Usman menjatuhkan pejabat-pejabat dan Gubenur-Gubenur yang diangkat oleh Umar r.a. diganti dengan orang-orang dari golongan keluarganya. Akibat dari tindakannya ini banyak sahabat-sahabat Nabi yang semula mendukungnya meninggalkannya, Ketika melihat Tindakan yang kurang tepat itu, disamping rival-rivalnya atau orang-orang yang ingin calonnya menjadi Khalifah memanfaatkan situasi, sehingga perasaan tidak senang muncul didaerah-daerah pada waktu itu.