Kemampuan bahasa ekspresif anak usia 4–5 tahun di TK PKK 20 Sangkeh tergolong rendah, terlihat dari belum optimalnya anak dalam bertanya, menjawab, menyampaikan perasaan, serta mengungkapkan pendapat secara verbal. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara dengan guru, anak-anak belum berkembang sesuai harapan dalam aspek komunikasi ekspresif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak melalui penerapan metode bercerita menggunakan buku series bergambar yang disusun secara tematik dan mendukung perkembangan bahasa anak usia dini. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah lima anak perempuan usia 4–5 tahun di kelas A TK PKK 20 Sangkeh. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, dokumentasi, catatan anekdot, dan lembar ceklis. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi tindakan guru dan ceklis kemampuan bahasa ekspresif anak. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif menggunakan persentase ketercapaian indikator dengan rumus presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita menggunakan buku series bergambar dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak. Rata-rata kemampuan meningkat dari 74% pada siklus I menjadi 89,75% pada siklus II. Peningkatan terlihat dari anak yang lebih mampu bertanya, menjawab, menyampaikan perasaan, serta menceritakan kembali isi cerita. Hasil ini menunjukkan bahwa buku cerita bergambar efektif sebagai media untuk menstimulasi perkembangan bahasa ekspresif anak usia dini.