Penelitian ini dilatar belakangi oleh suatu permasalahan dalam peningkatan pendapatan para petani serai wangi di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Karena mayoritas penduduk tersebut mengantungkan hidupnya pada hasil pertanian/perkebunan, sehingga pembahasan penelitian ini berkaitan tentang peningkatan pendapatan masyarakat melalui usaha minyak atsiri serai wangi, sehubung dengan itu pendekatan yang dilakukan adalah berkaitan dengan teori-teori pendapatan serta pemecahan permasalahan dalam penelitian ini dibahasan berdasarkan indikator-indikator peningkatan pendapatan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode deskriptif kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah masyarakat petani serai wangi di Nagari Panti Selatan Kabupaten Pasaman berjumlah 20 orang dengan luas lahan minimal 1 hektar dan sudah mengelola perkebunan serai wangi kurang lebih 5 tahun. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data (display data) dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa indikator-indikator peningkatan pendapatan masyarakat yaitu modal, luas lahan, teknologi, tenaga kerja, iklim dan cuaca serta harga sangat berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat petani serai wangi di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata pendapatan dari petani serai wangi cukup tinggi sebesar Rp.3.500.000-Rp.8.500.000 per masa panen tergantung luas lahan yang dimiliki petani serta harga jual yang lumayan tinggi dan hal itu terlihat mampu meningkatkan pendapatan masyarakat petani serai wangi di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, pada penelitian bahwa luas lahan petani serai wangi cukup luas kisaran 1 sampai 2,5 hektar dan terlihat sangat berdampak dalam peningkatkan pendapatan masyarakat petani serai wangi, sehingga hal ini bisa menunjang perekonomian dan memberi kesejahteraan bagi masyarakat petani serai wangi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan lainnya.