Desa Benjor, Kabupaten Malang, memiliki potensi besar dalam produksi kopi, namun proses pengolahan dan strategi pemasarannya masih terbatas. Masyarakat umumnya hanya menjual kopi dalam bentuk biji roasting dengan nilai tambah yang rendah. Padahal, melalui pengolahan modern, kopi dapat dikembangkan menjadi produk kemasan siap minum yang memiliki daya saing dan nilai ekonomi lebih tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat Desa Benjor dalam mengolah biji kopi roasting menjadi produk kopi siap minum yang berkualitas melalui pelatihan teknik pengolahan modern (brewing, pencampuran, pengemasan higienis) dan strategi pemasaran digital. Program pendampingan menghasilkan capaian nyata yang signifikan. Produk kopi kemasan siap minum berhasil dikembangkan dengan skor organoleptik rata-rata di atas 4,0 (skala 1–5), menunjukkan peningkatan mutu cita rasa dan tampilan produk. Pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat secara substansial, terutama pada aspek pemasaran digital yang menunjukkan peningkatan sebesar 128,6% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Secara ekonomi, terjadi peningkatan pendapatan masyarakat rata-rata sebesar Rp1.000.000 per bulan. Selain itu, masyarakat berhasil merancang kemasan modern, membangun akun bisnis di media sosial dan e-commerce, serta mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas merek dagang produk kopi Desa Benjor. Kegiatan ini juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan usaha kopi modern desa. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Luaran kegiatan meliputi produk kopi kemasan siap minum, artikel ilmiah, HKI merek dagang, publikasi media massa daring, dan poster kegiatan. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan identitas produk lokal, dan pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.