Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Ecoprint sebagai Media Edukasi dan Inovasi Ramah Lingkungan bagi Remaja Putri Nagari Bintungan Padang Pariaman Widdiyanti Widdiyanti; Yulimarni Yulimarni; Anin Ditto; Yuliarni Yuliarni; Hijratur Rahmi
Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober: Aksi Nyata : Jurnal Pengabdian Sosial dan Kemanusiaan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aksinyata.v2i4.2223

Abstract

The community service program activities that have been carried out are related to ecoprint techniques, which involve printing using natural materials such as leaves, flowers, and plant stems to produce patterns or motifs on fabric media. This training activity aims to enhance the knowledge and skills of the young girls in Bintungan Nagari, so they can be creative and innovative through ecoprint techniques. It provides knowledge and broadens their understanding of how to utilize the natural potential available in the environment around Bintungan Nagari. This training also aims to create environmentally friendly products to foster a healthy and clean environment. The hope for this activity is to have a positive impact on improving the knowledge and skills of young girls as the generation that brings about change. The training uses an approach of counseling, demonstration, training, and mentoring, along with evaluation. The results of the training program indicate a high level of enthusiasm from the participants, with knowledge and skills acquired, they have been able to produce sheets of fabric with unique motifs from the ecoprint technique. This has opened up space for participants to generate new ideas and create interesting motif patterns from natural materials. The products produced not only serve as a medium of expression but also have the potential to be developed as environmentally friendly, local creative products.
PERKEMBANGAN BENTUK SUNTIANG ANAK DARO DI KOTA PARIAMAN Kartika Firdha Mulya; Ahmad Akmal; Yulimarni Yulimarni
Relief : Journal of Craft Vol 5, No 1 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v5i1.6129

Abstract

Salah satu budaya tradisional Minangkabau adalah baralek. Baralek adalah upacara perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita di Minangkabau. Pakaian mempelai pria disebut roki dan dilengkapi dengan asesoris lainnya. Pakaian wanita lengkap terdiri dari baju kurung (atasan), kodek (bawahan), hiasan kepala berupa suntiang, dan aksesoris lengkap lainnya. Penelitian ini berfokus pada perkembangan bentuk suntiang yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu yang dikenakan pada anak daro di Kota Pariaman, perkembangan bentuk, dan ragam hias suntiang.Metode yang digunakan penulis dalam mempelajari perkembangan bentuk suntiang anak daro di Kota Pariaman adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data melalui data referensi, data lapangan, setelah itu data dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan kebutuhan, kemudian ditarik kesimpulan.Hasil penelitian perkembangan suntiang anak daro dapat dilihat dari cara pemasangan dan bentuk suntiang, yaitu dari suntiang tusuak berkembang menjadi suntiang songkok. Suntiang songkok terdiri dari tiga bentuk, pertama suntiang berbentuk kipas atau mahkota, kedua suntiang berbentuk gonjong rumah gadang, ketiga suntiang berbentuk tingkuluk tanduak. Suntiang anak daro tersusun dari gabungan beberapa unsur berupa bungo sarunai dengan motif bunga melati, kambang goyang dengan motif bunga ros, mansi-mansi dengan motif cumi-cumi, burung merak dan kote-kote atau jurai-jurai yaitu beberapa helai yang memiliki motif berupa ikan, kupu-kupu dan burung.