Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) UNTUK MONITORING STATUS GIZI IBU HAMIL DAN BALITA DI PUSKESMAS LIMBOTO A . Sau, Rahmawati; Ismail, Nurain R.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i4.50102

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di puskesmas merupakan inovasi strategis untuk mendukung pencatatan gizi ibu hamil dan balita serta memperkuat upaya penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan RME di Puskesmas Limboto berdasarkan enam aspek keberhasilan sistem informasi menurut model DeLone & McLean, yaitu kualitas sistem, kualitas informasi, penggunaan, kepuasan pengguna, dampak individu, dan dampak organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive, meliputi tenaga gizi, kepala puskesmas, dan petugas terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, serta telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kualitas sistem cukup baik namun terkendala jaringan internet; (2) informasi gizi yang dihasilkan akurat, relevan, dan mempercepat deteksi dini masalah gizi seperti stunting, anemia ibu hamil, dan BBLR; (3) RME digunakan secara rutin, meskipun pencatatan manual masih dilakukan; (4) tenaga gizi puas dengan RME, namun menekankan perlunya integrasi dengan e-PPGBM; (5) RME meningkatkan efektivitas kerja tenaga gizi dalam pemantauan status gizi; dan (6) RME berkontribusi terhadap efektivitas program gizi puskesmas, meskipun integrasi sistem nasional belum optimal. Kesimpulannya, RME berperan penting dalam pencatatan dan monitoring gizi ibu hamil serta balita, tetapi masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan integrasi dengan aplikasi nasional.
EFEKTIVITAS TEH FORTIFIKASI DAUN KELOR DAN KAYU MANIS TERHADAP HEMOGLOBIN REMAJA PUTRI ANEMIA DI SMP NEGERI 8 KOTA TENGAH, KOTA GORONTALO Rahim, Eman; Daud, Susanty; Ottay, Christian Julius; Sau, Rahmawati A.; Ismail, Nurain Rahim
Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community Vol 9, No 4 (2025): OKTOBER: JOURNAL HEALTH AND SCIENCE : GORONTALO JOURNAL HEALTH AND SCIENCE COMMU
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/gojhes.v9i4.34598

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi pada remaja putri, terutama akibat peningkatan kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan kehilangan darah saat menstruasi. Salah satu upaya pencegahan dan penanganannya adalah pemanfaatan pangan lokal kaya zat besi, seperti daun kelor, yang dapat difortifikasi dengan bubuk kayu manis untuk meningkatkan cita rasa dan nilai gizi. Penelitian ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang umumnya menggunakan kapsul atau ekstrak daun kelor serta berfokus pada kelompok dewasa, karena menekankan pendekatan aplikatif melalui konsumsi teh fortifikasi berbasis pangan lokal pada remaja putri anemia usia sekolah menengah pertama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi teh fortifikasi daun kelor dan bubuk kayu manis terhadap kadar hemoglobin pada remaja putri anemia kelas VIII di SMP Negeri 8 Kota Tengah, Kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experiment menggunakan rancangan one group pre-test and post-test design, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Intervensi berupa pemberian teh fortifikasi daun kelor dan bubuk kayu manis dilakukan sebanyak dua kali sehari selama 14 hari. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan menggunakan alat Easy Touch GCHb sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi seluruh responden (100%) berada pada kategori anemia, sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan kadar hemoglobin, dimana 76,70% responden berada pada kategori normal dan 23,30% masih berada pada kategori anemia namun telah mengalami peningkatan kadar hemoglobin dari 9,1 g/dL menjadi 11,7 g/dL. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi teh fortifikasi daun kelor dan bubuk kayu manis berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia 
Perbedaan Efektifitas Konsumai Teh Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Tablet Zat Besi (Fe) Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Rahmawati A. Sau; Nurain R. Ismail
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i2.8851

Abstract

Anemia remains a significant nutritional problem among adolescent girls due to increased iron requirements during growth and menstruation. Iron (Fe) tablet supplementation is commonly used for prevention, but low compliance often limits its effectiveness. Moringa oleifera leaf tea offers a potential local food–based alternative intervention. This study aimed to compare the effectiveness of Moringa oleifera leaf tea and iron tablets in increasing hemoglobin levels among anemic adolescent girls. A quasi-experimental two-group pretest–posttest design was employed in December 2025 at two junior high schools in Gorontalo City. The sample consisted of 18 adolescent girls with mild to moderate anemia, divided equally into a Moringa leaf tea group and an iron tablet group. The tea group consumed Moringa leaf tea twice daily for 14 days, while the tablet group consumed one iron tablet per week for two weeks. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention using a digital hemoglobin analyzer. Data analysis using the Wilcoxon signed-rank test and Mann–Whitney test showed that both interventions significantly increased hemoglobin levels. However, the increase was greater in the Moringa group (ΔHb 1.4–3.2 g/dL; p = 0.008) compared to the iron tablet group (ΔHb 0.5–0.8 g/dL; p = 0.007). A significant difference between groups (p < 0.001) indicates that Moringa oleifera leaf tea is more effective as an alternative intervention.