Putri , Maria Helena Prasetya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Brownies Kukus dengan Substitusi Tepung Cantel Putri , Maria Helena Prasetya; Jayendra , Putu Sabda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i8.515

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dari brownies kukus yang telah disubstitusi dengan tepung cantel. Akan dilihat dari kualitas warna, rasa, aroma, dan tekstur serta mengetahui respon masyarakat mengenai produk ini. Selain itu untuk menguji daya tahan produk dan menghitung biaya produksi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Maka dari itu digunakan teknik pengumpulan data yang berupa ekperimen murni dan memberikan kuisioner dan observasi untuk melihat daya tahan produk. Analisis deskriptif kuantitatif dan uji organoleptik kepada 20 panelis terpilih digunakan sebagai teknik analisis data. Eksperimen dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu Perlakuan Kontrol (P0) yang terdiri dari 100% dari tepung terigu, P1 yang terdiri dari 50%, serta P2 yang terdiri dari 100% tepung cantel. Untuk P0 hanya sebagai pembanding dari resep asli agar panelis dapat membandingkan resep asli dan resep yang sudah di substitusi oleh tepung cantel. Terdapat perbedaan dari Perlakuan P1 dan P2. Tekstur yang dimiliki P0 lebih lembut dibandingkan P2 karena memilki butiran yang lebih kasar daripada tepung terigu. Sementara perlakuan P1 memiliki warna coklat yang paling terang dibanding dengan P2. Respon masyarakat terhadap brownies substitusi tepung cantel juga disambut dengan baik untuk gaya memulai gaya hidup sehat dan ide untuk berjualan. Skor rata-rata tertinggi yang jatuh kepada perlakuan P2 dengan nilai sebesar 307. Ketiga sampel memiliki daya tahan 3 hari. Untuk harga jual dan keuntungannya berkisar Rp 63.000. Melalui pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa eksperimen brownies yang di substitusi dengan tepung cantel dapat menjadi penemuan yang menarik dan bermanfaat. The purpose of this study was to determine the quality of steamed brownies that have been substituted with cantel flour. It will be seen from the quality of color, taste, aroma, and texture. To know the public's response to this product. In addition to testing product durability and calculating production costs. The approach used is quantitative and qualitative. Data collection techniques are used in the form of pure experiments and provide questionnaires and observations to see the durability of the product. Quantitative descriptive analysis and organoleptic test to 20 selected panellists were used as data analysis techniques. Experiments were carried out with 3 treatments, namely Control Treatment (P0) which consisted of 100% of wheat flour, P1 which consisted of 50%, and P2 which consisted of 100% of cantel flour. For P0 only as a comparison from the original recipe. There are differences from Treatment P1 and P2. The texture of P0 is softer than P2 because it has coarser grains than wheat flour. Meanwhile, treatment P1 had the lightest brown color compared to P2. The public's response to brownies substituted with cantel flour is also well received for starting a healthy lifestyle and ideas for selling. The highest average score fell to the P2 treatment with a value of 307. The three samples had a 3-day endurance. The selling price and profit ranges from Rp. 63,000. Through this statement, it can be concluded that the brownie experiment which is substituted with cantel flour can be an interesting and useful.
Brownies Kukus dengan Substitusi Tepung Cantel Putri , Maria Helena Prasetya; Jayendra , Putu Sabda
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 8 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i8.515

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas dari brownies kukus yang telah disubstitusi dengan tepung cantel. Akan dilihat dari kualitas warna, rasa, aroma, dan tekstur serta mengetahui respon masyarakat mengenai produk ini. Selain itu untuk menguji daya tahan produk dan menghitung biaya produksi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Maka dari itu digunakan teknik pengumpulan data yang berupa ekperimen murni dan memberikan kuisioner dan observasi untuk melihat daya tahan produk. Analisis deskriptif kuantitatif dan uji organoleptik kepada 20 panelis terpilih digunakan sebagai teknik analisis data. Eksperimen dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu Perlakuan Kontrol (P0) yang terdiri dari 100% dari tepung terigu, P1 yang terdiri dari 50%, serta P2 yang terdiri dari 100% tepung cantel. Untuk P0 hanya sebagai pembanding dari resep asli agar panelis dapat membandingkan resep asli dan resep yang sudah di substitusi oleh tepung cantel. Terdapat perbedaan dari Perlakuan P1 dan P2. Tekstur yang dimiliki P0 lebih lembut dibandingkan P2 karena memilki butiran yang lebih kasar daripada tepung terigu. Sementara perlakuan P1 memiliki warna coklat yang paling terang dibanding dengan P2. Respon masyarakat terhadap brownies substitusi tepung cantel juga disambut dengan baik untuk gaya memulai gaya hidup sehat dan ide untuk berjualan. Skor rata-rata tertinggi yang jatuh kepada perlakuan P2 dengan nilai sebesar 307. Ketiga sampel memiliki daya tahan 3 hari. Untuk harga jual dan keuntungannya berkisar Rp 63.000. Melalui pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa eksperimen brownies yang di substitusi dengan tepung cantel dapat menjadi penemuan yang menarik dan bermanfaat. The purpose of this study was to determine the quality of steamed brownies that have been substituted with cantel flour. It will be seen from the quality of color, taste, aroma, and texture. To know the public's response to this product. In addition to testing product durability and calculating production costs. The approach used is quantitative and qualitative. Data collection techniques are used in the form of pure experiments and provide questionnaires and observations to see the durability of the product. Quantitative descriptive analysis and organoleptic test to 20 selected panellists were used as data analysis techniques. Experiments were carried out with 3 treatments, namely Control Treatment (P0) which consisted of 100% of wheat flour, P1 which consisted of 50%, and P2 which consisted of 100% of cantel flour. For P0 only as a comparison from the original recipe. There are differences from Treatment P1 and P2. The texture of P0 is softer than P2 because it has coarser grains than wheat flour. Meanwhile, treatment P1 had the lightest brown color compared to P2. The public's response to brownies substituted with cantel flour is also well received for starting a healthy lifestyle and ideas for selling. The highest average score fell to the P2 treatment with a value of 307. The three samples had a 3-day endurance. The selling price and profit ranges from Rp. 63,000. Through this statement, it can be concluded that the brownie experiment which is substituted with cantel flour can be an interesting and useful.