Status gizi merupakan indikator yang mencerminkan keseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan tubuh dalam bentuk variabel tertentu. Balita menjadi kelompok usia yang rentan mengalami masalah pemenuhan gizi. Asupan nutrisi balita dipengaruhi oleh beberapa indikator seperti pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga. Pengatahuan ibu mengenai gizi diasumsikan dapat berpengaruh pada sikap ibu dalam pemenuhi asupan nutrisi. Pendapatan keluarga diasumsikan dapat mempengaruhi daya beli makanan yang dikosumsi balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu mengenai gizi balita dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Buleleng II. Penelitian menggunakan kuantitatif dengan deskriptif kolerasi dengan pendekatan csross-sectional, dengan melibatkan 38 reposnden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstuktur untuk menilai tingkat pengetahuan ibu mengenai gizi balita, pendapatan keluarga dan status gizi balita. Hasil analisis menunjukan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan yang baik mengenai status gizi balita, sebagian besar memiliki pendapatan dalam katagori tinggi dan status gizi balita sebagian besar dalam katagori normal. Hasil uji Spearman rank menunjukkan nilai p = 0,000 untuk hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita dan nilai p = 0,000 untuk hubungan pendapatan keluarga dengan status gizi. Simpulan penelitian ada hubungan antara pengetahuan ibu mengenai status gizi balita dan pendapatan keluarga dengan status gizi balita. Saran adanya penelitian terkait indikator lain yang dapat menjadi faktor penentu status gizi balita.