Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efikasi Diri Karier Sebagai Prediktor Kematangan Karier Siswa Kelas XI SMA Pangudi Luhur Sedayu Pah, Andri Anggun; Setyandari, A.
SOLUTION Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v7i1.12805

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat efikasi diri karier siswa kelas XI SMA PL Sedayu; 2) Untuk mengetahui seberapa tinggi kematangan karier siswa kelas XI SMA PL Sedayu; 3) Untuk mengetahui pengaruh efikasi diri karir terhadap kematanagan karir pada siswa kelas XI SMA PL Sedayu. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA PL Sedayu. Instrumen penelitian menggunakan skala efikasi diri karier dan kematangan karier. Jumlah item skala efikasi diri sebanyak 36 item dengan nilai Alpha Cronbach sebesar 0.910. Pada skala kematangan karir jumlah item sebanyak 42 dengan nilai Alpha Cronbach sebesar 0,915. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat efikasi diri karier siwa kelas XI SMA Pangudi Luhur Sedayu berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar  48%; 2) Tingkat kematangan karier siswa kelas XI SMA Pangudi Luhur Sedayu berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 59%; 3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri karier terhadap kematangan karir. Efiaksi diri karier menyumbang sebesar 53,8% terhadap kematangan karier.
PERSEPSI SISWA TERHADAP LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL PADA SISWA KELAS XI SMA STELLA DUCE 2 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2022/2023 Devani Putri, Vincensia Amara; Setyandari, A.
SOLUTION Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sol.v6i1.9443

Abstract

This research aims to: (1) describe class XI students' perceptions of individual counseling services at SMA Stella Duce 2 Yogyakarta, (2) find out suggestions for guidance topics to help students understand and have a good perspective on individual counseling services. This type of research is quantitative descriptive. The research subjects were 88 class XI students of SMA Stella Duce 2 Yogyakarta. Data collection used a perception scale with 49 valid items and had a Cronbach Alpha reliability index of 0.925. The data collection technique uses a questionnaire with a Likert scale and is arranged based on aspects of perception: (1) affective, (2) conative, (3) cognitive. The results of the research show that there is a perception of students participating in individual counseling services in class individual at school. Then, in the perception item scores there are 26 (53.10%) perception items in the very good category, then there are 2 (4, 10%) perception items in the good category, there are 4 (8.20%) perception items in the sufficient category, and 17 items in the poor category (34.70%). Researchers propose guidance topics based on poor item scores with affective aspects (6 items), conative aspects (6 items), and cognitive aspects (5 items).
Minat Remaja Terhadap Layanan Cybercounseling Fernaldy, Timotius; Setyandari, A.
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 6, No 6 (2025)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v6i6.812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat minat remaja terhadap layanan cybercounseling dengan memperhatikan jenis kelamin  (putra, putri) dan periode perkembangan remaja (remaja madya dan akhir).  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 94 remaja yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Sumatra Utara, Jambi, Banten, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, dan Papua Tengah. Pengumpulan data menggunakan skala minat terhadap cybercounseling yang berjumlah 37 item pernyataan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat minat remaja putra terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori sedang (53%). Tingkat minat remaja putri terhadap layanan cybercounseling sebagiam besar berada pada kategori tinggi (53%). Tingkat minat remaja madya terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori tinggi (60%). Tingkat minat remaja akhir terhadap layanan cybercounseling sebagian besar berada pada kategori sedang (49 %). Tersedianya layanan cybercounseling perlu dipertimbangkan oleh para penyedia jasa konseling untuk remaja sebagai salah satu alternatif.