Humaera, Rifda Zakeya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN RISIKO TERHADAP PELAYANAN PEMINJAMAN ASET BARANG PRODI TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN ISO 27001:2022: RISK MANAGEMENT ANALYSIS OF ASSET LOAN SERVICES IN THE INFORMATION TECHNOLOGY STUDY PROGRAM USING ISO 27001:2022 Humaera, Rifda Zakeya; Rakhman, Fitri Fajriah
HOAQ (High Education of Organization Archive Quality) : Jurnal Teknologi Informasi Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal HOAQ - Teknologi Informasi
Publisher : STIKOM Uyelindo Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52972/hoaq.vol16no2.p170-176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu Program Studi dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola tingkat risiko yang terjadi pada pelayanan peminjaman aset barang. Permasalahan utamanya adalah terdapat beberapa data yang tidak tercatat dalam data peminjaman dan pengembalian barang di dalam sistem digital yang dapat menimbulkan risiko seperti kehilangan, kerusakan, penyalahgunaan, dan keterlambatan pengembalian barang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara kepada staf administrasi Program Studi serta mengambil standar ISO 27001:2022 sebagai pedoman atau kerangka kerja untuk manajemen risiko keamanan informasi. Proses penelitian ini terdapat beberapa tahapan meliputi pengumpulan data, identifikasi risiko, analisis risiko, dan evaluasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam peluang risiko yang teridentifikasi, tiga tergolong dalam risiko level tinggi, dan tiga lainnya tergolong dalam risiko level menengah. Terdapat juga beberapa usulan pengelolaan risiko meliputi penerapan penggunaan CCTV, pemberian sanksi, pengamanan tambahan seperti audit secara berkala dan lain-lain. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pelayanan peminjaman aset barang saat ini masih belum cukup optimal dalam pengelolaan risiko, dan diperlukannya perbaikan secara menyeluruh dalam sistem manajemen risiko berbasis ISO 27001:2022.   This study aims to assist the Study Program in identifying, evaluating, and managing the level of risk that occurs in asset loan services. The main problem is that there is some data that is not recorded in the loan and return data in the digital system which can cause risks such as loss, damage, misuse, and delays in returning goods. This study uses a qualitative approach through interview methods with the administrative staff of the Study Program and takes the ISO 27001:2022 standard as a guideline or framework for information security risk management. The research process has several stages including data collection, risk identification, risk analysis, and risk evaluation. The results of the study show that of the six identified risk opportunities, three are classified as high-level risks, and the other three are classified as medium-level risks. There are also several proposals for risk management including the implementation of CCTV, sanctions, additional security such as periodic audits and others. The conclusion of this study shows that the current asset loan service system is still not optimal in risk management, and a comprehensive improvement is needed in the ISO 27001:2022-based risk management system.
ANALISIS ALGORITMA PENJADWALAN SHORTEST JOB FIRST PADA TEMPAT FOTOCOPY: ANALYSIS OF THE SHORTEST JOB FIRST (SJF) SCHEDULING ALGORITHM IN A PHOTOCOPY SHOP Humaera, Rifda Zakeya; Rakhman, Fitri Fajriah
HOAQ (High Education of Organization Archive Quality) : Jurnal Teknologi Informasi Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal HOAQ - Teknologi Informasi
Publisher : STIKOM Uyelindo Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52972/hoaq.vol17no1.p96-101

Abstract

Perkembangan teknologi semakin maju dan semakin canggih dalam memajukan teknologi dengan efektivitas operasional peningkatan kualitas pelayanan. Sistem Operasi sangat berperan penting dalam mengatur sumber daya komputer untuk mengatur data, mengontrol proses yang berjalan. Algoritma penjadwalan proses SJF Shortest Job First-Preemptive Algoritma Shortest Job First merupakan algoritma yang mengatur proses penjadwalan yang ada di antrian dan akan dieksekusi berdasarkan burst time terkecil atau terpendek. Permasalahan pada fotocopy ICC karena ketidakefisien antrian layanannya oleh sebab itu dengan adanya algoritma Shortest Job First untuk mengoptimalkan antrian layanan di fotocopy ICC. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memberikan layanan yang baik dengan memprioritaskan pelanggan yang mana proses dengan waktu terpendek maka diberikan prioritas terlebih dahulu untuk diproses. Metode penelitian ini menggunakan wawancara dan observasi secara langsung pada fotocopy ICC. Sehingga dapat disimpulkan bahwa algoritma penjadwalan SJF Shortest Job First-Preemptive lebih optimal dalam menjalankan suatu proses serta mengetahui rata-rata waktu tunggu pelanggan dari hasil perhitungan algoritma SJF.   The development of technology is increasingly advanced and sophisticated in advancing technology with operational effectiveness of improving service quality. The Operating System plays a very important role in managing computer resources to organize data, control running processes. SJF Shortest Job First-Preemptive Process Scheduling Algorithm The Shortest Job First algorithm is an algorithm that regulates the scheduling process in the queue and will be executed based on the smallest or shortest burst time. The problem with ICC photocopying is due to the inefficiency of its service queue, therefore with the Shortest Job First algorithm to optimize the service queue in ICC photocopying. The purpose of this study was to provide good service by prioritizing customers where the process with the shortest time is given priority first to be processed. This research method uses interviews and direct observation on ICC photocopying. So it can be concluded that the SJF Shortest Job First-Preemptive scheduling algorithm is more optimal in running a process and knowing the average customer waiting time from the results of the SJF algorithm calculation