Penelitian ini bertujuan untuk membantu Program Studi dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola tingkat risiko yang terjadi pada pelayanan peminjaman aset barang. Permasalahan utamanya adalah terdapat beberapa data yang tidak tercatat dalam data peminjaman dan pengembalian barang di dalam sistem digital yang dapat menimbulkan risiko seperti kehilangan, kerusakan, penyalahgunaan, dan keterlambatan pengembalian barang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode wawancara kepada staf administrasi Program Studi serta mengambil standar ISO 27001:2022 sebagai pedoman atau kerangka kerja untuk manajemen risiko keamanan informasi. Proses penelitian ini terdapat beberapa tahapan meliputi pengumpulan data, identifikasi risiko, analisis risiko, dan evaluasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam peluang risiko yang teridentifikasi, tiga tergolong dalam risiko level tinggi, dan tiga lainnya tergolong dalam risiko level menengah. Terdapat juga beberapa usulan pengelolaan risiko meliputi penerapan penggunaan CCTV, pemberian sanksi, pengamanan tambahan seperti audit secara berkala dan lain-lain. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pelayanan peminjaman aset barang saat ini masih belum cukup optimal dalam pengelolaan risiko, dan diperlukannya perbaikan secara menyeluruh dalam sistem manajemen risiko berbasis ISO 27001:2022. This study aims to assist the Study Program in identifying, evaluating, and managing the level of risk that occurs in asset loan services. The main problem is that there is some data that is not recorded in the loan and return data in the digital system which can cause risks such as loss, damage, misuse, and delays in returning goods. This study uses a qualitative approach through interview methods with the administrative staff of the Study Program and takes the ISO 27001:2022 standard as a guideline or framework for information security risk management. The research process has several stages including data collection, risk identification, risk analysis, and risk evaluation. The results of the study show that of the six identified risk opportunities, three are classified as high-level risks, and the other three are classified as medium-level risks. There are also several proposals for risk management including the implementation of CCTV, sanctions, additional security such as periodic audits and others. The conclusion of this study shows that the current asset loan service system is still not optimal in risk management, and a comprehensive improvement is needed in the ISO 27001:2022-based risk management system.