Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan strategis dalam stimulasi pertumbuhan ekonomi lokal, meskipun dalam praktiknya masih terkendala oleh problematika manajerial keuangan serta optimalisasi teknologi finansial. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh literasi keuangan, manajemen keuangan, dan financial technology terhadap performa kinerja UMKM di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, dengan berlandaskan pada Resource-Based View (RBV) Theory yang menekankan pentingnya efektivitas sumber daya internal serta kapabilitas pengetahuan finansial. Melalui pendekatan kuantitatif dan metode survei, data dikumpulkan dari 62 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik cluster sampling. Serangkaian prosedur statistik diaplikasikan, meliputi analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, serta analisis koefisien determinasi (R2). Temuan empiris mengonfirmasi bahwa secara parsial, hanya literasi keuangan yang memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja UMKM, sementara manajemen keuangan dan financial technology tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 44,7% mengindikasikan bahwa variasi kinerja usaha dipengaruhi oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan 55,3% sisanya merupakan kontribusi faktor di luar model penelitian. Hal ini mempertegas bahwa literasi keuangan sebagai modalitas internal merupakan determinan utama kinerja, sedangkan penguatan tata kelola keuangan dan adopsi teknologi finansial masih memerlukan akselerasi guna memberikan dampak yang lebih optimal.; Kinerja UMKM