Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Wanprestasi dan Pembatalan Perjanjian Terhadap Kewajiban Membayar Ganti Kerugian: Analisis Pasal 1266 dan 1267 KUHPerdata Sinurat, Bima Pandawa; Siahaan, Parlaungan Gabriel; Damanik, Innes Ferancia; Manurung, Kevin Cornelius; Sitorus, Mhiranda T; Sembiring, Otista C A
Journal of Law, Education and Business Vol 3, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v3i2.6344

Abstract

Penelitian ini menganalisis hubungan antara wanprestasi dan pembatalan perjanjian terhadap kewajiban membayar ganti kerugian berdasarkan Pasal 1266 dan 1267 KUHPerdata. Metode yang digunakan ialah pendekatan normatif kualitatif dengan studi kepustakaan, termasuk peraturan, literatur hukum, dan putusan pengadilan. Hasilnya, wanprestasi merupakan syarat utama pembatalan perjanjian yang harus diputuskan hakim (Pasal 1266), sedangkan Pasal 1267 memberi hak kreditur memilih pemenuhan, pembatalan, atau ganti rugi. Pembatalan perjanjian akibat wanprestasi tidak menghapus kewajiban debitur membayar ganti rugi, termasuk biaya, kerugian, dan bunga. Praktiknya, meski ada klausul mengesampingkan Pasal 1266 dan 1267, hakim tetap menilai bukti wanprestasi demi keadilan. Kesimpulannya, wanprestasi, pembatalan perjanjian, dan kewajiban ganti rugi adalah kesatuan yang saling berkaitan, dengan pengadilan memegang peran penting dalam penyelesaian sengketa secara adil. 
Pelindungan Hukum Ekspresi Budaya Tradisional Terhadap Alat Musik Kulcapi Sebagai Warisan Budaya Takbenda Masyarakat Karo Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta Sinurat, Bima Pandawa; Ginting, Dana Diva Ivan De La Pena; Damanik, Innes Ferancia; Sembiring, Otista C A
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7584

Abstract

This study aims to analyzethe legal protection of kulcapi as a form of traditional cultural expressionof the Karo people, based on Law Number 28 of 2014 concerning Copyright, as well as evaluating the role of the government in efforts to preserve it.Kulcapi, as a form of intangible cultural heritage, has important historical andcultural value, but its legal protection is still only normativeand has not been properly implemented at the regional level. The methodused in this study is an empirical juridical approach bygathering information from literature studies and interviews withkulcapi artists in Lingga Cultural Village. The results of the study show that although the Copyright Law provides a legal basis for protecting traditional cultural expressions,the local government has not carried out the data collection, documentation, or coaching programsnecessary to maintain the sustainability of kulcapi. In addition, social changes and declining interest among the younger generation also posechallenges in efforts to preserve this traditional musical instrument. This studyconcludes that in order to protect the kulcapi, i cooperation betweenlegal regulations, an active role by the local government, and cultural regeneration efforts are neededso that the kulcapi remains part of the Karo community's identity.