Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kondisi Lingkungan Sebagai Faktor Risiko Infeksi Kecacingan pada Siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak Trasia, Reqgi First; Sasmita, Guruh Nata; Irawati, Nur Bebi Ulfah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 02 (2025): Environmental Health and Sanitation Issues
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i02.818

Abstract

The level of helminth infection in Banten Province reached 60.7%, with the highest case being in Lebak District, which is around 63.4%. This study is an analytic observational study using a cross-sectional study design and the sampling technique used is consecutive sampling. In this study, it was found that the proportion of Madrasah Ibtida'iyah students in Banjarsari Subdistrict, Lebak Regency who were at high risk of Soil Transmitted Helminths (STH) infection was 50.5%, the proportion of Madrasah Ibtida'iyah students in Banjarsari Subdistrict, Lebak Regency with poor nail hygiene was 14.7%, the habit of wearing footwear was 13.7%, and the socioeconomic status of the lower middle class was 81.1%. The proportion of Madrasah Ibtida'iyah students in Banjarsari Subdistrict, Lebak Regency who are at high risk of Soil Transmitted Helminths (STH) infection is 50.5%, the proportion of Madrasah Ibtida'iyah students in Banjarsari Subdistrict, Lebak Regency with poor personal hygiene between nail hygiene and the habit of wearing footwear, namely, poor nail hygiene is 14.7%, the habit of wearing footwear is 13.7%, the proportion of Madrasah Ibtida'iyah students in Banjarsari Subdistrict, Lebak Regency with lower-middle socioeconomic status as much as 81.1%, and a significant relationship was found between the habit of wearing footwear with a high risk of STH infection (p-value 0.000), but no significant relationship was found between nail hygiene with the risk of infection in Madrasah Ibtida'iyah students in Banjarsari District, Lebak Regency (p-value 0.090), and there was a significant relationship between the socioeconomic status of students with a high risk of STH infection (pvalue 0.000).
Analisis Kondisi Lingkungan Sebagai Faktor Risiko Infeksi Kecacingan pada Siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak Trasia, Reqgi First; Sasmita, Guruh Nata; Irawati, Nur Bebi Ulfah
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 2 (2025): Environmental Health: Emerging Contaminants and Environmental Toxicology for Su
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i2.818

Abstract

Tingkat infeksi cacing di Provinsi Banten mencapai 60,7%, dengan kasus tertinggi berada di Kabupaten Lebak, yakni sekitar 63,4%. Penelitian ini merupakan penelitian observatif analitik dengan menggunakan desain studi cross-sectional dan teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa Madrasah Ibtida’iyah yang terletak di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak. Berdasarkan hasil perhitungan jumlah sampel dengan menggunakan rumus deskriptif kategorik, jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 84 siswa, untuk meminimalisir drop out, peneliti menambah besar sampel sebanyak 10%, sehingga jumlah sampel yang dipakai pada penelitian ini sebanyak 94%. Untuk mendapatkan data pada penelitian ini, peneliti menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan anak untuk mengukur risiko kecacingan, kuesioner Weschler Intelligence Scale for Children Fifth Edition (WISC V) untuk mengukur personal hygiene, dan skor Kuppuswamy’s Socioeconomic Scale untuk mengukur status sosial ekonomi siswa. Pada penelitian ini didapatkan proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak yang berisiko tinggi terinfeksi Soil Transmitted Helminths (STH) yaitu sebanyak 50,5%, Proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak dengan kebersihan kuku yang kurang sebanyak 14,7%, kebiasaan memakai alas kaki yang kurang sebanyak 13,7%, dan status sosial ekonomi menengah kebawah sebanyak 81,1%.  Proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak yang berisiko tinggi terinfeksi Soil Transmitted Helminths (STH) yaitu sebanyak 50,5%, proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak dengan personal hygiene yang buruk antara kebersihan kuku dan kebiasaan memakai alas kaki yaitu, kebersihan kuku yang kurang sebanyak 14,7%, kebiasaan memakai alas kaki yang kurang sebanyak 13,7%, proporsi siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak dengan status sosial ekonomi menengah kebawah sebanyak 81,1%, dan ditemukan hubungan yang signifikan antara kebiasaan memakai alas kaki dengan risiko tinggi terinfeksi STH (pvalue 0,000), akan tetapi tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara kebersihan kuku dengan risiko infeksi pada siswa Madrasah Ibtida’iyah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak (p-value 0,090), dan terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi siswa dengan risiko tinggi terinfeksi STH (p-value 0,000).