Early Wulanda, Agiva
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SAAT X (TWITTER) MENJADI TEMPAT BERKELUH KESAH : EKSPRESI BEBAS ATAU PELARIAN YANG BERBAHAYA? Early Wulanda, Agiva; Nur Alia Abdullah, Mirna; Retsa Rizaldi Mujayapura, Muhammad
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 5 (2025): Nusantara : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i5.2025.1847-1853

Abstract

Fenomena nyambat di Twitter atau yang kali ini dikenal dengan X merupakan kebiasaan mengeluh atau mencurahkan perasaan negatif terkait kehidupan pribadi, akademik, pekerjaan, maupun isu sosial yang semakin marak terjadi di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara nyambat di twitter dengan regulasi emosi individu, apakah aktivitas ini memberikan efek katarsis atau justru memperburuk kondisi psikologis pengguna. Menggunakan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, studi literatur, dan observasi media sosial terhadap pengguna twitter yang aktif nyambat dalam tiga bulan terakhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nyambat dapat memberikan kelegaan emosional dan dukungan sosial bagi sebagian individu, namun bagi yang lain, justru dapat memburuk keadaan, meningkatkan stres, dan memperkuat emosi negatif. Anonimitas di twitter memungkinkan individu lebih bebas mengekspresikan perasaannya, tetapi juga berisiko memunculkan respons negatif dari pengguna lain. Selain itu, akun komunitas seperti “Nanti Kita Sambat Tentang Hari Ini” menjadi wadah bagi pengguna untuk menyalurkan emosi secara anonim. Kesimpulannya, nyambat di twitter dapat menjadi strategi regulasi emosi yang efektif jika digunakan secara sadar, tetapi juga berpotensi berdampak negatif jika dilakukan secara berulang tanpa solusi nyata. Oleh karena itu, penting bagi pengguna media sosial untuk mengembangkan strategi regulasi emosi yang lebih sehat dan seimbang.