Manumpil, Michael
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Konseling Pastoral dalam Membantu Orang Tua Workaholic untuk Menyadari Prioritas Hidup Keluarga Gesika Cristin Maury; Manumpil, Michael
ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober || ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/atohema.v2i4.181

Abstract

Dalam kehidupan modern, kecenderungan orangtua menjadi workaholic menjadi tantangan serius bagi keharmonisan keluarga. Fokus berlebihan pada pekerjaan sering kali menyebabkan peran emosional dan spiritual dalam keluarga terabaikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran konseling pastoral dalam membantu orangtua workaholic menyadari kembali prioritas hidup mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara naratif, data diperoleh dari beberapa informan yang mengalami pola hidup tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral berperan sebagai ruang refleksi spiritual dan pemulihan emosional. Melalui pendampingan yang intensional, konselor pastoral membantu orangtua memahami kembali makna keluarga sebagai panggilan ilahi dan membimbing mereka menyusun ulang prioritas berdasarkan nilai-nilai iman Kristen. Proses ini memberikan kesadaran baru akan pentingnya kehadiran dan relasi yang utuh dalam keluarga. Dengan demikian, konseling pastoral terbukti menjadi sarana transformatif yang relevan dalam menjawab kebutuhan spiritual dan relasional keluarga masa kini yang terdampak oleh workaholic.
Merengkuh Kerapuhan: Upaya Pendampingan Pastoral dari Perspektif William A. Clebsch dan Charles R. Jaekle di SLB Agca Center Manado Frisilia Jesika Sumangkut; Manumpil, Michael
ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling Vol. 2 No. 4 (2025): Oktober || ATOHEMA: Jurnal Teologi Pastoral Konseling
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/atohema.v2i4.182

Abstract

Artikel ini membahas tentang pentingnya pendampingan pastoral bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Sekolah Luar Biasa (SLB) Agca Center Manado. Dalam realitas sosial, anak-anak berkebutuhan khusus sering mengalami penolakan, diskriminasi, dan ketidakadilan karena keterbatasan fisik, mental, dan emosional yang mereka miliki. Gereja sebagai tubuh Kristus dipanggil untuk hadir dan merangkul mereka melalui pelayanan pastoral yang bersifat menyembuhkan, membimbing, menguatkan, mendamaikan, serta menumbuhkan nilai spiritual dan martabat hidup mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana praktik pendampingan pastoral diterapkan di SLB tersebut, serta dampaknya terhadap perkembangan iman, emosi, dan relasi sosial anak-anak. Melalui pendampingan pastoral yang dilakukan kepada anak berkebutuhan khusus, akan memulihkan identitas anak sebagai pribadi yang berharga di mata Tuhan. Melalui pengalaman nyata di SLB Agca Center, Gereja ditantang untuk lebih peka terhadap keberadaan kelompok yang rentan dan memperluas misinya untuk pemulihan dan kepedulian yang nyata di tengah masyarakat.
Pandangan Yohanes Calvin Mengenai Korelasi Antara Justification Dan Sanctification Sebagai Sebuah Pendekatan Membangun Nilai Diri Wuwung, Kevin; Tamaweol, Roy Dekky; Manumpil, Michael
Educatio Christi Vol 6 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : UPT Penelitian Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70796/educatio-christi.v6i2.249

Abstract

Pemahaman terhadap anugerah Allah dalam konteks pembenaran (justification) dan pengudusan (sanctification) menjadi fondasi penting dalam kehidupan iman Kristen, khususnya dalam tradisi teologi Reformed. Calvin menegaskan bahwa pembenaran merupakan karya Allah yang menyatakan manusia berdosa sebagai benar melalui iman kepada Kristus, sedangkan pengudusan adalah proses transformasi hidup yang dikerjakan oleh Roh Kudus sebagai konsekuensi dari iman yang menyelamatkan. Keduanya merupakan aspek yang tak terpisahkan dalam keselamatan, di mana pembenaran memberikan dasar identitas spiritual, dan pengudusan mengarahkan pada pemulihan karakter menurut gambar Allah. Dengan demikian, pemahaman ini menawarkan kerangka teologis yang kokoh dalam membangun nilai diri yang tidak bergantung pada pencapaian duniawi, melainkan berakar pada kasih karunia dan karya pembaruan Allah. Tulisan ini menyoroti relevansi pendekatan Calvin dalam merespons krisis identitas dan pencarian nilai diri dalam konteks kontemporer.