Dalam kehidupan modern, kecenderungan orangtua menjadi workaholic menjadi tantangan serius bagi keharmonisan keluarga. Fokus berlebihan pada pekerjaan sering kali menyebabkan peran emosional dan spiritual dalam keluarga terabaikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran konseling pastoral dalam membantu orangtua workaholic menyadari kembali prioritas hidup mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara naratif, data diperoleh dari beberapa informan yang mengalami pola hidup tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral berperan sebagai ruang refleksi spiritual dan pemulihan emosional. Melalui pendampingan yang intensional, konselor pastoral membantu orangtua memahami kembali makna keluarga sebagai panggilan ilahi dan membimbing mereka menyusun ulang prioritas berdasarkan nilai-nilai iman Kristen. Proses ini memberikan kesadaran baru akan pentingnya kehadiran dan relasi yang utuh dalam keluarga. Dengan demikian, konseling pastoral terbukti menjadi sarana transformatif yang relevan dalam menjawab kebutuhan spiritual dan relasional keluarga masa kini yang terdampak oleh workaholic.
Copyrights © 2025