Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling oleh Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (Sebuah Kajian Etnografis) Muchlis Hamonangan
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i1.603

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi secara holistik budaya sekolah terkait Bimbingan dan Konseling (BK), termasuk pandangan, harapan, dan perilaku siswa terhadap keberadaan dan peran Guru BK di lingkungan SMK N. 1 Mazo, Nias Selatan. Konteks Nias Selatan yang kental dengan budaya komunal dan hierarki otoritas tradisional (terutama kepemimpinan Guru/Kepala Sekolah) sangat memengaruhi penerimaan terhadap layanan BK modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografis kualitatif, di mana peneliti berupaya menjadi partisipan-pengamat untuk memahami emic perspective (sudut pandang dalam) siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan intensif di ruang kelas, lingkungan sekolah, dan ruang BK, serta wawancara mendalam dengan siswa (fokus: pengguna layanan, non-pengguna, peer group), Guru BK, dan perwakilan manajemen sekolah. Analisis data dilakukan melalui analisis domain dan taksonomi untuk merumuskan struktur budaya BK di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan adanya dualitas persepsi: siswa memandang BK sebagai "Polisi Sekolah" (penegak disiplin/hukuman) dan secara simultan sebagai "Tempat Curhat/Penolong" (untuk masalah personal/karir). Pemanfaatan layanan sangat dipengaruhi oleh budaya siri (malu) dan ketakutan akan stigma sosial. Disimpulkan bahwa Guru BK di SMK N. 1 Mazo perlu menyeimbangkan peran kedisiplinan dan pengembangan personal-karir, serta secara proaktif menciptakan budaya trust (kepercayaan) untuk memaksimalkan pemanfaatan layanan.
Kontribusi Coaching dan Mentoring terhadap Kinerja Guru dalam Pemanfaatan Teknologi Pembelajaran Interaktif Muchlis Hamonangan
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i1.611

Abstract

Era digital menuntut guru untuk mengintegrasikan teknologi pembelajaran interaktif demi meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, transisi ini seringkali terhambat oleh kurangnya keterampilan dan kepercayaan diri guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program coaching dan mentoring terhadap kinerja guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif di SMK Negeri 1 Mazo, Nias Selatan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen, penelitian ini melibatkan dua kelompok guru: kelompok eksperimen yang menerima coaching dan mentoring, serta kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi kinerja guru di kelas (penggunaan software interaktif, platform e-learning, aplikasi kolaborasi), survei self-efficacy guru, dan wawancara singkat untuk triangulasi data. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kinerja guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol (p\<0.05). Coaching dan mentoring terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kepercayaan diri guru (self-efficacy), dan motivasi untuk berinovasi dalam pembelajaran. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan durasi program yang optimal perlu menjadi perhatian. Penelitian ini merekomendasikan implementasi program coaching dan mentoring berkelanjutan sebagai strategi pengembangan profesional guru, didukung oleh penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan dukungan kepemimpinan sekolah.