Era digital menuntut guru untuk mengintegrasikan teknologi pembelajaran interaktif demi meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, transisi ini seringkali terhambat oleh kurangnya keterampilan dan kepercayaan diri guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program coaching dan mentoring terhadap kinerja guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif di SMK Negeri 1 Mazo, Nias Selatan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen, penelitian ini melibatkan dua kelompok guru: kelompok eksperimen yang menerima coaching dan mentoring, serta kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi kinerja guru di kelas (penggunaan software interaktif, platform e-learning, aplikasi kolaborasi), survei self-efficacy guru, dan wawancara singkat untuk triangulasi data. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kinerja guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran interaktif pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol (p\<0.05). Coaching dan mentoring terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis, kepercayaan diri guru (self-efficacy), dan motivasi untuk berinovasi dalam pembelajaran. Meskipun demikian, tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan durasi program yang optimal perlu menjadi perhatian. Penelitian ini merekomendasikan implementasi program coaching dan mentoring berkelanjutan sebagai strategi pengembangan profesional guru, didukung oleh penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan dukungan kepemimpinan sekolah.
Copyrights © 2025