Pendahuluan: Missfile adalah kesalahan penempatan rekam medis, salah dalam penyimpanan rekam medis, ataupun tidak ditemukannya rekam medis ditempatnya. Berdasarkan hasil survey yang peneliti, diketahui bahwa sering terjadi kehilangan berkas rekam medis dibagian filling sebanyak 60 berkas selama tahun 2020 yang disebabkan oleh petugas rekam medis sering salah meletakkan berkas rekam medis di rak penyimpanan dan tidak menggunakan tracer. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui Faktor-faktor penyebab terjadinya missfile berkas rekam medis rawat jalan dibagian filling. Metode Penelitian: menggunakan Kualitatif bersifat deskriptif yang dilaksanakan mulai bulan Agustus-selesai. Informan penelitian ini berjumlah 5 informan yaitu 1 informan kunci, 3 informan utama dan 1 informan triangulasi yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: didapatkan faktor man (SDM) yaitu pendidikan petugas bukan tamatan rekam medis dan belum pernah mengikuti pelatihan, machine (mesin) yaitu belum diterapkan penggunaan tracer dan kekurangan rak penyimpanan, material (bahan baku) yaitu map yang digunakan masih berbahan plastik dan belum menggunakan kode warna, method (metode/prosedur) yaitu SPO belum dijalankan dengan baik, money (uang) yaitu belum adaanggaran khusus dibagian filling untuk kesediaan sarana-prasarana. Kesimpulan: dalam penelitian ini yaitu ada faktor man (sumber daya manusia), machine (mesin), material (bahan baku), methode (metode/prosedur) dan money (uang) penyebab terjadinya missfile berkas rekam medis rawat jalan dibagian filling. Diharapkan kepada pihak puskesmas agar merekrut petugas tamatan rekam medis, menyelenggaran pelatihan, menerapkan penggunaan tracer, menambah jumlah rak, merancang map khusus, menggunakan kode warna, menjalankan SPO dengan baik serta menetapkan anggaran khusus diunit rekam medis agar pelayanan kepada pasien meningkat.