Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengalaman Siswa dalam Pembentukan Nilai Toleransi Antar-Etnis melalui Pembelajaran PPKn Elvida Nasution
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v3i2.606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam dan subjektif pengalaman siswa dalam memaknai dan menginternalisasi nilai-nilai multikultural dan toleransi yang diajarkan dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Sekolah Menengah Atas (SMA) N. 1 Rantau Selatan. Dalam konteks sekolah yang majemuk secara etnis, PPKn berfungsi sebagai medium formal untuk mempromosikan kohesi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Fenomenologi Interpretatif (Hermeneutik) untuk mengungkap esensi pengalaman hidup siswa. Partisipan penelitian melibatkan siswa dari berbagai latar belakang etnis (misalnya, Batak, Melayu, Jawa, dan Minang) yang aktif dalam diskusi PPKn. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam naratif, diskusi kelompok terfokus (FGD) yang membahas studi kasus PPKn, dan analisis artefak siswa (esai, jurnal refleksi). Analisis data dilakukan melalui proses reduksi fenomenologis dan perumusan struktur esensial pengalaman. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga domain pengalaman: (1) Pemahaman Kognitif (memahami Pancasila sebagai dasar hukum); (2) Diskonfirmasi Emosional (perbedaan antara teori kelas dan praktik sehari-hari di luar sekolah); dan (3) Internalisasi Pragmatis (toleransi sebagai survival skill dalam pergaulan yang majemuk). Ditemukan bahwa metode diskusi studi kasus dalam PPKn efektif dalam menciptakan safe space untuk membahas isu sensitif. Disimpulkan bahwa PPKn berhasil membentuk toleransi sebagai norma perilaku rasional yang penting untuk harmoni, meskipun tantangan terletak pada penjangkauan ranah afektif dan mengatasi diskonfirmasi dari lingkungan eksternal.
Pengembangan Budaya Organisasi Sekolah Berbasis Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Elvida Nasution
Jurnal Kepengawasan, Supervisi dan Manajerial (JKSM) Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jksm.v3i1.613

Abstract

Pengembangan karakter peserta didik menjadi prioritas utama dalam sistem pendidikan nasional, sejalan dengan tujuan membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Salah satu pendekatan efektif adalah melalui penguatan budaya organisasi sekolah yang berbasis nilai-nilai lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengembangan budaya organisasi sekolah berbasis nilai-nilai lokal di SMA Negeri 1 Rantau Selatan, Kabupaten Labuhan Batu, serta dampaknya terhadap peningkatan karakter peserta didik. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, staf, perwakilan komite sekolah, dan peserta didik, serta observasi partisipatif dan analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMA Negeri 1 Rantau Selatan telah berhasil mengintegrasikan nilai-nilai lokal seperti gotong royong, musyawarah, religiusitas, dan kepedulian lingkungan ke dalam budaya organisasi sekolah melalui program-program ekstrakurikuler, kegiatan keagamaan, proyek berbasis masyarakat, dan kebijakan internal. Implementasi nilai-nilai ini terlihat dalam kebiasaan sehari-hari, interaksi sosial, dan etos kerja di sekolah. Dampak positif yang teramati adalah peningkatan karakter religius, nasionalisme, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial pada peserta didik. Tantangan yang dihadapi meliputi konsistensi internalisasi nilai dan pengukuran dampak yang lebih kuantitatif. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan program berkelanjutan, pelibatan aktif seluruh warga sekolah, dan evaluasi dampak yang lebih sistematis untuk memastikan keberlanjutan pengembangan karakter melalui budaya organisasi berbasis nilai lokal.