Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persebaran Potensi Cagar Budaya Megalithikum di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah Haliadi, Haliadi; Butudoka, Zubair; Djorimi, Iksam
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65123/bomba.v4i1.67

Abstract

The Governor of Central Sulawesi has declared that Central Sulawesi Province will have a thousand megaliths on October 10 2023 because it has the potential for Cultural Heritage (CH) in the form of megalithic stones as evidence of civilization in the Central Sulawesi Region, especially in Poso Regency. This article will focus on three valleys in Poso Regency, namely the Bada Valley, Behoa Valley and Napu Valley. The research entitled "Distribution of Potential Megalithic Cultural Heritage in Poso Regency, Central Sulawesi" aims to describe the distribution of potential cultural heritage in the form of megalithicum in the Bada Valley, Lemba Bada and Napu Valley in Poso Regency. Likewise, it also describes the existence of megaliths which are the potential of every valley in Poso Regency in the form of buho, jar lids, jar containers, scratched stones, flat stones, structures, monoliths, stone pedestals, stone mortars, trays, stone mortars, hollow stones, statues, and containers, kalamba lid, and kalamba container and other shapes. Finally, this research will analyze folklore about the community that supports megalithic civilization in Poso Regency, namely the Pekurehua community.
Jalur Rempah Sulawesi Tengah dan Islam Kosmopolitan Haliadi, Haliadi; Butudokaa, Zubair; Djorimi, Iksam
Bomba: Jurnal Pembangunan Daerah Vol 4 No 1 (2024)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65123/bomba.v4i1.68

Abstract

Tulisan tentang kuburan Imam Sya’ban di Lolantang Banggai masih sangat kurang sehingga penelitian tentang obyek ini sangat dibutuhkan. Kompleks kuburan ini berupa “situs” yang berada di perbukitan di Desa Lolantang, Kecamatan Bulagi selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Penulisan ini adalah tahapan awal hasil observasi pendahuluan dari seluruh rangkaian penelitian yang dilakukan. Penelitian ini menggunakan metodologi sejarah yang akan melihat awal masuknya Agama Islam berdasarkan informasi dari nisan kuburan Imam Sya’ban. Tahapan penelitian ini melalui Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi, dan historiografi (penulisan sejarah). Metodologi sejarah ini dibantu dengan pendekatan atau sudut pandang arkeologi dan sudut pandang arsitektur. Arkeologi berkaitan dengan benda-benda bersejarah dan juga situs bersejarah Imam Sya’ban, sementara arsitektur berkaitan dengan aspek keruangan/spasial berupa kawasan, bangunan dan struktur situs. Hasil observasi pendahuluan mengungkap unit informasi dan fenomena menarik terkait keberadaan Imam Sya’ban yang perlu ditindaklanjuti lebih intens dan komprehensif agar dapat berkontribusi bagi tindakan pelestarian, pemanfaatan dan pengembangan situs serta dapat melengkapi historiografi Islam, termasuk kajian arkeologi Islam di Nusantara (Indonesia)