Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Review Artikel: Keragaman Actinomycetes Laut Indonesia Sebagai Sumber Senyawa Antibiotik Baru Pasmawati
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 11 No. 2 (2024): October
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v11i2.5468

Abstract

Infeksi mikroba patogen merupakan penyebab penyakit paling umum dalam dunia medis. Hasil studi menunjukkan bahwa adanya infeksi bakteri merupakan salah satu hambatan dalam proses penyembuhan yang sering ditemukan dalam perawatan pasien dengan Luka Kaki Diabetes. Salah satu upaya pencegahan pada penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroba patogen adalah menggunakan antimikrobial seperti antibiotik. Review artikel ini dilakukan dengan melakukan kajian literatur ilmiah melalui pencarian literatur menggunakan database Google Scholar, PudMed, dan Science Direct dengan kata kunci “marine”, “Actinomycetes”, “Actinobacteria”, “Antimicrobial”, “Indonesia”. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai keragaman dan strain Actinomycetes laut Indonesia yang menghasilkan senyawa metabolit sekunder sebagai antimikroba. Data menunjukkan bahwa terdapat keragaman Actinomycetes laut Indonesia yang tersebar hampir diseluruh wilayah Indonesia. Sampel yang diisolasi diperoleh dari berbagai sampel seperti sedimen, tanah rhizosfer mangrove, lumpur, juga ditemukan berasosiasi dengan rumput laut, lamun, alga merah, timun laut, invertebrata, dan spons. Actinomycetes laut Indonesia yang ditemukan didominasi oleh genus Streptomyces, Micromonospora, Nocardiopsis, dan Micrococcus. Actinomycetes laut lainnya yaitu tergolong ke dalam genus Pseudonocardia, Dermacoccus, Nocardiopsis, Verrucosispora, Kytococcus, Corynebacterium, Brachybacterium, Pseudonocardia, Virgibacillus, Labrenzia, dan Halomonas. Actinomycetes laut tersebut dilaporkan menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antimikroba sehingga sangat berpotensi sebagai sumber senyawa antibiotik baru.
Keampuhan Bahasa melalui Teknik Tugas Menyalin dalam LKPD Sederhana terhadap Hasil Belajar IPS Pasmawati
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 2 No. 6 (2023): November 2023
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v2i6.543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) hasil belajar IPS karena aspek bahasa melalui teknik tugas menyalin dalam LKPD sederhana; 2) hasil belajar IPS tanpa aspek bahasa yang bersumber dari teknik tugas menyalin dalam LKPD sederhana; 3) sama-tidaknya hasil belajar IPS antara kelas yang menggunakan bahan ajar yang berisi aspek bahasa melalui teknik tugas menyalin dan bahan ajar yang tidak berisi teknik tugas menyalin. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Tembilah Hulu, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kegiatan penelitian berlangsung di awal semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Populasi penelitian ini adalah para siswa kelas 8 yang mengikuti pembelajaran IPS kompetensi pluralisme bahasa daerah di Indonesia yang berjumlah 50 siswa. Jumlah populasi ini terbagi dari kelas 8A sejumlah 26 siswa dan kelas 8B sejumlah 24 siswa. Sampel ditetapkan sebanyak 44 siswa mengacu kepada formula yang dikembangkan Slavin; 23 siswa kelas 8A dan 21 siswa kelas 8B yang dipilih secara random sederhana tanpa pengembalian. Penelitian ini menerapkan quasi-eksperimen menggunakan kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes jawaban singkat secara manual. Data dianalisis secara statistik inferensial parametrik yakni uji t satu sampel dan uji t sampel independen. Syarat homogenitas variansi dan teknik sampling terpenuhi. Hasil penelitian: 1) hasil belajar IPS melalui LKPD sederhana yang berisi teknik tugas menyalin berkategori tinggi; 2) hasil belajar IPS melalui BSE yang tidak berisi teknik tugas menyalin berkategori sedang; 3) hasil belajar IPS untuk kelas yang menggunakan LKPD sederhana yang berisi teknik tugas menyalin lebih baik dibandingkan dengan BSE yang tidak berisi teknik tugas menyalin.
Starter Culture Modulates Microbial Diversity During Wine-Coffee Fermentation: A DGGE-Based Molecular Study Nasir, Fitri Handayani; Astuti, Dea Indriani; Taufik, Intan; Fitriagustiani; Ikramullah, Muh. Chaeril; Putri, Nurul Febriani; Pasmawati
Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ah.v8i2.28269

Abstract

Wine-flavored coffee is a unique post-harvest product characterized by fruity, acidic, and winey notes, highly favored by Indonesian consumers and possessing strong potential in the global market. However, maintaining consistency in flavor and quality remains a challenge due to the variability of natural fermentation. This study aimed to evaluate the impact of yeast and bacterial starter culture inoculation on microbial community dynamics during wine-coffee fermentation, using a molecular approach based on PCR-DGGE. DGGE analysis revealed that natural fermentation without inoculation involved diverse populations of bacteria, yeasts, and filamentous fungi, with eukaryotic microbes dominating from the early stages. Sequencing identified prevalent yeast genera including Pichia, Torulaspora, Hanseniaspora, Saccharomyces, and Candida, as well as Aspergillus among filamentous fungi. Bacterial communities were dominated by lactic acid bacteria and members of Lactobacillus, Klebsiella, Enterobacter, Pantoea, and Bacillus. In contrast, controlled fermentation with inoculated starter cultures (Pichia kudriavsevii and Klebsiella sp.) showed a more stable microbial profile throughout the process. Shannon-Wiener diversity indices demonstrated a significant difference (p = 0.05) between natural and inoculated fermentations, with species dominance observed in the latter. Cluster analysis confirmed that starter culture inoculation significantly influenced microbial succession and community structure. These findings highlight the importance of controlled fermentation using selected microbial starters to ensure consistent microbial ecology, which in turn contributes to reproducible quality in wine-flavored coffee. The molecular profiling approach provides valuable insights for improving fermentation practices and developing reliable starter culture formulations tailored to enhance flavor consistency and product quality.