Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Desalinasi Air Laut dengan Reverse Osmosis dan Ultrafiltration untuk Pulau Buaya, Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur Mellyanawaty, Melly; Lili Windyasari Bela; Nur Iswanto
Environmental Insight Journal Vol. 1 No. 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v1i1.345

Abstract

Penduduk di Pulau Buaya, Kabupaten Alor, NTT selama ini mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih dan sangat tergantung pada sumber air tawar yang terdapat di pulau lain dengan menempuh perjalanan selama 10-15 menit menggunakan perahu motor. Kebutuhan air bersih penduduk Pulau Buaya sebesar 140 m³/hari. Unit desalinasi adalah salah satu alternatif yang dapat diimplementasikan guna memenuhi kebutuhan air minum/air bersih bagi penduduk dengan menggunakan air laut sebagai air baku. Unit desalinasi yang dirancang guna memenuhi kebutuhan penduduk Pulau Buaya terdiri dari intake, feed pump, modul Ultrafiltration, booster pump, modul Reverse Osmosis, 2 buffer tank dan tanki air minum (permeate) dengan kapasitas 100 m3. Daya yang dibutuhkan untuk pompa air baku dan booster pump masing-masing adalah 12 kW dan 56,5 kW.
Pemodelan Dispersi NO2 dari Aktivitas Transportasi Menggunakan Software AERMOD di Kawasan Kotagede Louisa Jessica Permatasari; Dewi Eviane; Nur Iswanto; Agnes Dyah Novitasari Lestari
Environmental Insight Journal Vol. 1 No. 2 (2025): July
Publisher : Postgraduate Faculty, Yogyakarta Institut of Technology, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/eij.v1i2.356

Abstract

ABSTRAK Kondisi lalu lintas di suatu wilayah memberikan pengaruh dan dampak pada kualitas udara. Kotagede merupakan salah satu bagian dari kawasan cagar budaya yang terletak di Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta yang memiliki banyak bangunan berarsitektur tua dengan kepadatan transportasi yang cukup tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai konsentrasi udara ambien NO2, mengetahui dispersi NO2, dan menyusun rekomendasi pengelolaan lingkungan untuk menanggulangi polusi udara. Metode penelitian yang digunakan adalah uji sampling kualitas udara, menghitung jumlah kendaraan, memodelkan sebaran menggunakan software American Meteorological Society (AMS) and U.S. Environmental Protection Agency (EPA) Regulatory Model (AERMOD), dan mengkaji serta memberikan saran pengelolaan dalam menanggulagi polusi udara. Hasil sampling di lapangan menunjukkan bahwa titik A di salah satu bagian Pasar Kotagede melebihi baku mutu dan lebih tinggi dibanding yang lainnya. Titik D memiliki tingkat pencemaran terendah dibandingkan dengan titik-titik lainnya. Rekomendasi pengelolaan lingkungan untuk mengurangi konsentrasi NO2 ambien di wilayah Kotagede dilakukan dengan memperhatikan aspek lingkungan, kebijakan, dan teknis pengelolaan lingkungan.
PEMANFAATAN KULIT BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI CAMPURAN PEMBUATAN BIO HAND SANITIZER Rizky Bagus Anjana; Rukmini; Dewi Rahyuni; Nur Iswanto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.442

Abstract

Bio hand sanitizer adalah cairan atau gel yang berfungsi untuk membunuh kuman, bakteri, dan virus pada tangan tanpa memerlukan air dan sabun, namun mengandung alkohol berkisar 60%. Kulit buah alpukat (Persea americana Mill) mengandung senyawa flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin yang sangat bermanfaat untuk bahan tambahan pembuatan bio hand sanitizer karena bersifat sebagai antibakteri, dan antivirus alami. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dosis terbaik ekstrak kulit buah alpukat, menganalisis perbandingan kualitas bio hand sanitizer ekstrak kulit buah alpukat beraroma serai dapur (Cymbopogon citratus) dengan satu merk bio hand sanitizer yang beredar di pasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada skala laboratorium, dengan variabel bebas dosis ekstrak kulit buah alpukat, yang terdiri dari 0 ml/200 ml, 10 ml/200 ml, 20 ml/200 ml dan 30ml/200 ml. Sedangkan variabel terikatnya meliputi uji antibakteri Staphylococcus aures, dan antibakteri Escherichia coli, serta pH. Data penelitian dianalisis menggunakan Anova α 5%, dan dilanjutkan uji LSD α 5%. Berdasar analisis keragaman dan uji LSD α 5% diperoleh dosis ekstrak kulit buah alpukat yang menghasilkan bio hand sanitizer dengan kualitas terbaik yaitu 10 ml//200 ml. Zona hambat antibakteri Staphylococcus aureus sebesar 20,3 mm, dan zona hambat antibakteri Escherichia coli sejauh 0 mm, dengan pH 4,29. Berdasar hasil uji perbandingan terhadap satu merk bio hand sanitizer yang beredar di pasaran, maka bio hand sanitizer dengan campuran ekstrak kulit buah alpukat layak dipasarkan.