Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGELOLAAN WAKAF PRODUKTIF BERBASIS NILAI ISLAM UPAYA MEWUJUDKAN EKONOMI BERKELANJUTAN DAN BERKEADILAN Ridwansah, Asep Ahmad
Equality: Journal of Islamic Law (EJIL) Vol. 3 No. 2 (2025): Equality: Journal of Islamic Law (EJIL)
Publisher : Islamic Law Doctoral Study Programme, Postgraduate UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ejil.v3i2.1960

Abstract

Pengelolaan wakaf produktif memiliki potensi strategis dalam membangun sistem ekonomi Islam yang berkelanjutan dan berkeadilan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya optimalisasi wakaf di berbagai wilayah, padahal Islam telah menanamkan nilai-nilai fundamental seperti keadilan, amanah, dan maslahat dalam pengelolaan harta wakaf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengelolaan wakaf produktif yang berbasis nilai-nilai Islam dapat men­dukung pembangunan ekonomi berkelanjutan dan inklusif. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan normatif, yakni menganalisis prinsip-prinsip syariah yang mendasari praktik wakaf serta menelaah literatur keislaman, regulasi wakaf, dan studi kasus pengelolaan wakaf di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Islam dalam manajemen wakaf mampu meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mengurangi kesenjangan sosial. Penelitian ini memberikan kebaruan dengan mengonstruksi hubungan sistematis antara nilai-nilai Islam dan konsep pembangunan berkelanjutan dalam konteks ekonomi Islam. Kontribusinya terletak pada penguatan paradigma wakaf sebagai pendorong keadilan sosial dan keseimbangan lingkungan melalui pendekatan normatif yang berbasis maqashid syariah. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan untuk penelitian berikutnya dalam pengembangan kebijakan wakaf nasional yang lebih ber­orientasi pada nilai-nilai Islami.
Different opinions of ulama in Fiqh Waqf: Epistemological, methodological, and contextual analysis Ridwansah, Asep Ahmad; Solehudin, Ending
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study critically examines juristic disagreement (ikhtilaf) in waqf jurisprudence through an integrated epistemological, methodological, and contextual analysis, while exploring the pathways toward harmonizing classical doctrines with contemporary socio-economic demands. Using a qualitative, library-based research design, the study analyzes classical fiqh sources from the four Sunni schools, foundational works of uṣūl al-fiqh, contemporary academic discussions, and modern fatwas. The research scope encompasses the conceptual foundations of waqf, the validity of various asset types, istibdal, temporary waqf, and contemporary innovations, including cash waqf, waqf-linked sukuk, and digital waqf. The findings reveal that ikhtilaf is rooted in divergent epistemic commitments regarding textual authority, legal causation, and public interest, as well as methodological distinctions in legal reasoning and contextual influences across historical periods. Major challenges include the increasing complexity of financial instruments, fragmented regulatory frameworks, and limited capacity among waqf managers to operationalize maqasid-oriented governance. The study recommends strengthening collective ijtihad, developing maqasid-driven regulatory frameworks, and establishing measurable evaluative standards for modern waqf practices. Practical implications highlight the need to integrate classical fiqh reasoning with contemporary governance principles to ensure that waqf remains socially transformative and aligned with sustainable development objectives. This research formulates a normative–analytical model that synthesizes maqasid-oriented reasoning with juristic diversity, providing a conceptual platform for harmonizing waqf jurisprudence and enhancing the strategic relevance of waqf in the modern era.