Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM VIDEO AKUN YOUTUBE LONDOKAMPUNG Wirawan, Sandy; Shaunaa, Roaini
Jurnal Budaya Vol. 2 No. 1 (2021): JBB Edisi Agustus 2021, Tahun 2 Vol. 1
Publisher : Department of Language and Literature, Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk melihat fenomena alih kode dan campur kode yang terjadi di masyarakat. Dalam komunikasi yang terjadi dalam masyarakat, dapat ditemukan individu yang menggunakan lebih dari satu bahasa untuk menyampaikan gagasan atau mengekspresikan perasaannya. Penggunaan ragam bahasa Indonesia serta bahasa daerah yang bercampur dengan bahasa asli oleh para Youtuber asing merupakan fenomena bahasa yang menarik untuk dikaji. Tiga (3) video dari kanal Youtube Londokampung dipilih untuk menjadi sumber data yang kemudian dicari ujaran yang mengandung alih kode dan campur kode. Data berupa ujaran kemudian dianalisis menggunakan pendekatan sumatif untuk mencari kesimpulan data. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 18 temuan data terjadi dalam video tersebut yang terbagi dalam bentuk alih kode maupun campur kode. Semua temuan tersebut merupakan contoh empiris dari unsur peralihan kode atau penyisipan berbentuk kata hingga klausa oleh penutur bahasa Indonesia asing. Dapat disimpulkan bahwa kemungkinan terjadinya alih kode maupun campur kode dalam video Londokampung disebabkan oleh berbagai faktor seperti situasi percakapan dan lawan bicara.
From Wetlands to the World: Internationalizing Banjar Folktales through a Digital English Learning Module Listia, Rina; Eka Chandra, Noor; Shaunaa, Roaini; Ifadloh, Nur; Afifah; Syahrani, Hilal; Stefanus Hendrawan, Wahyu
SALEE: Study of Applied Linguistics and English Education Vol. 7 No. 1 (2026): (On Progress)
Publisher : STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/salee.v7i1.2436

Abstract

This study investigates the development of an interactive e-module based on South Kalimantan folktales to enhance English language learning while internationalizing and preserving the local values of the Banjar tribe. Grounded in Hutchinson and Waters’ (1987) framework of needs analysis, data were collected through questionnaires distributed to high school students (n = 159). The analysis explored five dimensions: (1) the need for digital materials; (2) interest in folklore-based learning; (3) understanding of local wisdom; (4) the relevance of folktales to ELT; and (5) expectations for e-module design. Findings reveal that students strongly support the integration of folktales into digital materials, valuing interactive multimedia features, bilingual formats, and cultural reflections. The study highlights the potential of folklore-based digital resources not only to foster English proficiency but also to strengthen cultural identity and internationalize indigenous heritage. The implications suggest that digital pedagogy can serve as a bridge between global education and local wisdom, positioning cultural-based e-learning as a contemporary response to both educational and intercultural challenges.