Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Motif Psikologis Masyarakat Pantura Madura Dalam Keputusan Menyekolahkan Anak Ke Perguruan Tinggi Siti Bariroh; Mochammad Syafii
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2025): EDUSIANA : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i2.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap motif psikologis masyarakat Pantura Madura dalam keputusan menyekolahkan anak ke perguruan tinggi di tengah maraknya persepsi negatif terhadap pendidikan tinggi. Rumor bahwa lulusan perguruan tinggi sulit memperoleh pekerjaan serta adanya peluang ekonomi cepat melalui industri rokok lokal dan warung Madura 24 jam menjadi konteks menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi pada 12 informan yang terdiri atas orang tua dan mahasiswa dari empat perguruan tinggi swasta serta dua perguruan tinggi negeri di wilayah Madura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan menyekolahkan anak ke perguruan tinggi tidak semata didorong oleh motif ekonomi, tetapi juga oleh faktor psikologis seperti kebutuhan akan status sosial, harapan peningkatan kualitas hidup, dan nilai simbolik pendidikan sebagai kebanggaan keluarga. Selain itu, dimensi religius dan aspirasi terhadap mobilitas sosial vertikal turut memperkuat komitmen masyarakat dalam mendukung pendidikan tinggi. Temuan ini memperlihatkan adanya dialektika antara rasionalitas ekonomi dan nilai-nilai kultural dalam memaknai pendidikan tinggi di Madura, sekaligus membuka ruang untuk strategi sosialisasi pendidikan yang lebih kontekstual dan berbasis nilai lokal. Kata Kunci: motif psikologis, pendidikan tinggi, masyarakat Pantura, Madura, persepsi ekonomi
Evaluasi Perhitungan dan Pencatatan PPh Pasal 23 di Lembaga Nirlaba atau Organisasi Sosial yang Menggunakan Jasa Outsourcing Berkaitan dengan ISAK No 35 Dini Ayu Pramitasari; Anisaul Hasanah; Mochammad Syafii; Bustanul Ulum; Mutiara Cahyani
AKUA: Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/akua.v5i1.6414

Abstract

This study aims to evaluate the calculation and recording of Income Tax (PPh) Article 23 in non-profit institutions or social organizations that use outsourcing services in relation to the implementation of ISAK No. 35. Using a descriptive qualitative research method, this study examines in depth the process of calculating Tax Article 23, the mechanisms of deduction, payment, and reporting, related accounting records, the level of compliance with ISAK No. 35 standards, as well as the problems and impacts of non-conformities that arise in practice. The results show that some non-profit institutions have calculated and deducted Tax Article 23 in accordance with the provisions, but there are still inaccuracies in the identification of tax objects, determination of rates, and administrative documentation. Accounting records show variations in compliance with ISAK No.35, especially related to transparency of disclosure and accountability of financial reports. In addition, there are obstacles such as limited understanding of human resources, lack of internal control systems, and minimal integration between the finance and tax departments. Inconsistencies in the management of Tax Article 23 have an impact on the potential for fiscal sanctions, decreased organizational credibility, and obstacles in presenting accurate financial reports. These findings are expected to contribute to improving tax and accounting governance in non-profit organizations so that they are more compliant with applicable tax regulations and financial reporting standards.