Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Metode Talqin dalam Pembelajaran Tahfizh di Panti Asuhan Nabila Rizkia, Salsa; Suryo Nugroho, Ischak
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) AL-IKHLAS DAIRI SIDIKALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bidang pendidikan menghafal Al-Qur’an sangat relevan diadakan melalui program tahfizh. Dengan menghafal Al-Qur’an selain untuk beribadah kepada Allah melalui menghafal Al-Qur’an dapat mengembangkan potensi diri. Begitupula dengan Panti Asuhan yang menaungi anak-anak dengan karakteristik dan latar belakang kehidupan yang berbeda. Melalui pembelajaran tahfizh diharapkan anak-anak di panti asuhan dapat mendapatkan bekal pendidikan dalam menghafal Al-Qur’an seperti anak-anak lainnya. Untuk membantu anak-anak menghafal Al-Qur’an dengan mudah maka diterapkan metode. Salah satu metode yang diterapkan adalah metode talqin yang berfokus pada perbaikan kualitas bacaan dan hafalan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan penerapan metode talqin dalam pembelajaran tahfizh pada anak asuh di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Purwokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa adanya penerapan metode talqin dalam pembelajaran tahfizh bertujuan untuk mempermudah anak-anak dalam menghafal secara bertahap dan memperbaiki kualitas bacaan anak-anak saat menghafal Al-Qur’an. Pada setiap pertemuan target hafalan yang ditalqinkan adalah 3-5 ayat dan diharapkan pada waktu 1 tahun dapat menghafal minimal 1 Juz Al-Qur’an dengan evaluasi harian ziyadah dan evaluasi semesteran yaitu program tasmi’.
PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN PADA PEMBELAJARAN PAI DI KELAS XI SMK TUJUH LIMA 1 PURWOKERTO Ayu Tri Septiani, Khofifah; Suryo Nugroho, Ischak
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 1 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i1.496

Abstract

Penggunaan metode ceramah yang dianggap mudah untuk diterapkan justru menyebabkan dampak negatif seperti rendahnya keaktifan siswa, membuat siswa tidak tertarik pada pembelajaran, merasa mengantuk dan bosan saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Salah satu upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan metode yang berpusat pada siswa, dan menekankan adanya pengalaman. Salah satunya yaitu metode bermain peran. Metode ini mengajak siswa untuk aktif melalui kegiatan pemeranan, sehingga siswa mendapatkan pengalaman langsung dari pemeranan yang telah dilakukan dan penguatan pemahaman terhadap materi yang dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang penerapan metode bermain peran pada pembelajaran PAI di kelas XI, tepatnya XI TBKR, DKV, dan TITL SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto, serta bagaimana faktor penghambat dan faktor pendukung yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bermain peran terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap perencanaan dengan membuat modul ajar, instrumen penilaian, alat peraga, bahan ajar, dan waktu pelaksanaan. Pada tahap pelaksanaan, guru memilihkan peran, menjelaskan pemeranan yang dilakukan, menyiapkan lembar penilaian sebagai pengamat, siswa melakukan pemeranannya masing-masing sesuai instruksi dan maju secara bergantian. Evaluasi pembelajaran yang digunakan ada diskusi, tanya jawab, reflekssi seputar pemeranan siswa, serta sharing bersama terkait keberhasilan dan kekurangan dari keseluruhan kegiatan yang telah dilakukan. Adapun hasil yang diperoleh dari metode bermain peran adalah (1) Meningkatkan semangat belajar siswa (2) Mengungi rasa kantuk dan bosan siswa saat kegiatan pembelajaran berlangsung (3) Menambah daya ingat siswa terhadap materi yang dipelajari (4) Melibatkan siswa untuk aktif dalam pembelajaran melalaui kegiatan pemeranan. Di sisi lain, terdapat faktor penghambat yang ditemukan seperti ketersediaan alat peraga yang kurang memadai, keadaan siswa, dan terbatasnya waktu pembelajaran. Faktor pendukung diantaranya dari sisi guru ada pemberian umpan balik, penghargaan (aplaus), pemberian nasihat, dan dari sisi siswa ada konsistensi ketertiban, keaktifan, danantusias siswa serta kelancaran siswa dalam bertutur kata.
PENERAPAN METODE GALLERY WALK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Putri Sahari, Audi; Suryo Nugroho, Ischak
Merdeka Indonesia Jurnal International Vol 6 No 3 (2026): MIJI : Merdeka Indonesia Journal International
Publisher : Merdeka Indonesia Jurnal International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69796/miji.v6i3.530

Abstract

Metode pembelajaran memiliki peran penting dalam menciptakan proses belajar yang aktif, efektif, dan berpusat pada peserta didik. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran adalah metode Gallery Walk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Gallery Walk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas VII di SMP Muhammadiyah Rawalo Banyumas serta mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru PAI dan siswa kelas VII yang terlibat dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Gallery Walk dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan materi, menyusun hasil diskusi dalam bentuk karya, kemudian mempresentasikan serta mengamati hasil karya kelompok lain. Kegiatan ini mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, bertukar pendapat, dan memberikan tanggapan terhadap hasil kerja teman. Penerapan metode ini mampu meningkatkan keaktifan, motivasi belajar, kerja sama, serta kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran PAI.