Ardyanto, Muhammad Reza
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI DI PUSKESMAS PAKISAJI Sekti, Beta Herilla; Ardyanto, Muhammad Reza; Ardianto, Nanang
Journal Medicine And Clinical Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2024): MedClip Vol 1 No 1, 2024
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/medclip.v1i1.3

Abstract

Hipertensi dan Diabetes Mellitus adalah dua penyakit yang memiliki kaitan sangat erat. Lebih dari 50% penderita DM tipe 2 mengalami hipertensi. Pengaruh usia memegang peranan yang sangat penting karena merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya Hipertensi dan Diabetes Melitus Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat Diabetes Melitus tipe 2 disertai Komplikasi Hipertensi yang diberikan untuk pasien geriatri di Puskesmas Pakisaji Malang. Penelitian Ini merupakan penelitian non eksperimental yang bersifat deskriptif. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan Distribusi pasien berdasarkan usia dan jenis kelamin adalah 13 pada laki laki dan 46 pada perempuan. Antidiabetik paling banyak digunakan untuk pasien geriatri yaitu golongan biguanid dengan persentase (91%). Antihipertensi paling banyak digunakan yaitu Amlodipine dengan persentase (94%). Obat terapi kombinasi antdiabetik dan antihipertensi paling banyak digunakan yaitu kombinasi (Metformin + Glimepirde + Amlodipine) dengan persentase (40,6%). Penggunaan obat yang digunakan berdasarkan bentuk sediaan di Puskesmas Pakisaji adalah obat oral (Tablet) dengan persentase (100%).
Analisis Determinan Ketidakpatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis di Rumah Sakit Wava Husada Malang Mardianto, Rudy; Ardyanto, Muhammad Reza; Misgiati
Jurnal Riset Farmasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Farmasi (JRF)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrf.v5i2.8589

Abstract

Abstract. Non-adherence to anti-tuberculosis drugs (OAT) remains a major obstacle in controlling pulmonary tuberculosis, especially among patients of productive age. This study aimed to identify the determining factors influencing non-adherence to OAT among pulmonary TB patients at Wava Husada Hospital, Malang. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted involving 113 TB patients. The research instrument consisted of 48 Likert-scale items with high reliability (Cronbach’s Alpha = 0.905). Data were analyzed using Pearson correlation and Exploratory Factor Analysis (EFA). The results showed that seven of eight variables were significantly correlated with non-adherence (p < 0.05), with social support being the most dominant factor (r = –0.52; p = 0.003). EFA extracted five main factors explaining 48.18% of total variance: treatment perception, treatment complexity and accessibility, social and psychological support, healthcare system and communication, and socioeconomic conditions. TB patient non-adherence is multidimensional and requires integrated medical, educational, and social interventions to improve treatment outcomes. Abstrak. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) masih menjadi kendala utama dalam pengendalian tuberkulosis paru, terutama pada pasien usia produktif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang memengaruhi ketidakpatuhan pasien TB paru di RS Wava Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 113 pasien TB. Instrumen penelitian berupa 48 item skala Likert dengan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,905). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson dan Exploratory Factor Analysis (EFA). Hasil menunjukkan tujuh dari delapan variabel berhubungan signifikan dengan ketidakpatuhan (p < 0,05), dengan dukungan sosial sebagai faktor paling dominan (r = –0,52; p = 0,003). EFA menghasilkan lima faktor utama yang menjelaskan 48,18% total varian, meliputi persepsi pengobatan, kompleksitas dan aksesibilitas, dukungan sosial dan psikologis, sistem pelayanan dan komunikasi, serta kondisi sosioekonomi. Ketidakpatuhan pasien TB bersifat multidimensi dan memerlukan intervensi terpadu mencakup aspek medis, edukatif, dan sosial untuk meningkatkan keberhasilan terapi.