Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analysis of Heavy Metal Cadmium (Cd) Content on Mud Crab (Scylla sp.) at Wonorejo River Surabaya Nanang Ardianto; Prayogo Prayogo; Adriana Monica Sahidu
Journal Omni-Akuatika Vol 15, No 1 (2019): Omni-Akuatika May
Publisher : Fisheries and Marine Science Faculty - Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.819 KB) | DOI: 10.20884/1.oa.2019.15.1.585

Abstract

The coastal waters of Wonorejo is part of the East Coast Surabaya which receive the brunt of watersheds (DAS) from other rivers. The main source of heavy metal wastes in the River on the downstream Wonorejo pass several industries suspected of disposing of hazardous waste. One of the main heavy metal which is a toxic element and effect on aquatic ecological systems are cadmium (Cd).Mud crab is one potential biota found in the mangrove area of Wonorejo River Surabaya can accumulate heavy metals. This research was carried out in April 2018 with sampling at three stations with time each week for three times.Analysis of heavy metals cadmium (Cd) in mud crabs (Scylla sp.), water and sediments carried out in the laboratory of nutrition of the Faculty of public health University Airlangga. Research method using observation which is channeled in the waters and farmed in Wonorejo Surabaya. Mud crab meat samples, water and sediments tested using Atomic Absoption Spectrophotometry (AAS). The results of the test concentration of heavy metals cadmium (Cd) in mud crab meat on the river Wonorejo i.e. 0.032 mg.kg-1 where the value of these levels are still below the threshold of quality raw heavy metal Cd on crustaceans i.e. 1 mg.kg-1 (SNI 7387:2009). The Cd content in water of Wonorejo river in between 0.014-0.02 ppm and on sediments between 0.234-0.416 mg/kg. Correlation of cadmium content in water with crab meat in the correlation coefficient shows of Wonorejo -0.22 (a weak correlation, a negative direction). Then, the correlation of the content of cadmium in sediments with crab meat in the correlation coefficient shows of Wonorejo 0.285 (of correlation is weak, the positive direction).
Kepatuhan Minum Antibiotik Pasien Rawat Jalan di Klinik Yonkes 2/2 Kostrad Malang Rudy Mardianto; Nanang Ardianto; Pujianto Pujianto
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v9i2.334

Abstract

ABSTRACT Introduction: Bacterial resistance to antibiotics is such a serious problem that it must be handled appropriately. Adherence to taking antibiotics is an effort to prevent resistance. Antibiotics as anti-infectives are given in one cycle of therapy so they must be taken to the end to prevent resistance. This study aims to find out the compliance of taking antibiotics in outpatients at Yonkes 2/2 Kostrad Malang clinic. Methode: The research design is observational with a cross sectional study approach. The sampling techniques is purposive sampling and obtained 100 patients who meet the criteria of inclusion and exclusion. The study was conducted using questionnaires as well as drug use forms. Results: The results showed that the characteristic antibiotics used amoxycilin 79%, cefadroxyl 12% and metronidazole 9%. The length of antibiotic use of 3 days as much as 76% and 5 days as much as 24%. The results of measurements with questionnaires showed that the categories were good at 47%, the categories were quite 18% and the categories were less than 35%. Pill count methods showed that compliance was 49% and non-compliant 51%. Conclusion: The level of adherence to taking antibiotics with questionnaires and pill counts methods show relatively similar results. Keywords: Compliance, questionnaires, pill count
Edukasi tentang Suplemen Kesehatan dalam Menghadapi Covid-19 di Desa Sumbersuko Kabupaten Malang Rizta Widya Pangestika; Rudy Mardianto; Dzikrina Ilmanita; Nanang Ardianto
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.41 KB) | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v5i1.1808

Abstract

Covid-19 di Indonesia tersebar luas hampir di semua provinsi, termasuk Jawa Timur. Banyaknya informasi terkait produk suplemen kesehatan yang beredar di masyarakat dapat menimbulkan keresahan bahkan mengganggu pasokan bahan-bahan, termasuk beberapa produk suplemen kesehatan yang dibutuhkan selama pandemi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sumbersuko Kecamatan Wagir. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang suplemen kesehatan, mitra dapat mengetahui informasi tentang vitamin C, dan mengenal upaya untuk menghadapi COVID-19. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Kader Desa Sumbersuko. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu dengan memberikan edukasi tentang suplemen kesehatan dalam menghadapi COVID-19. Peserta edukasi juga diberikan buku saku suplemen kesehatan dan vitamin C. Peserta sangat antusias dalam proses edukasi yang terbukti dengan munculnya banyak pertanyaan dari peserta. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, Kader Desa dapat memahami tentang penggunaan suplemen kesehatan dalam upaya menghadapi COVID-19. Tindak lanjut kedepannya yaitu para Kader Desa akan menyampaikan kembali hasil informasi dan pengetahuan yang telah didapatkan kepada masyarakat desa.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Masyarakat RT 04 Desa Sragi Dalam Pencegahan Penyakit DBD Ayesi Dewi Safitri; Novyananda Salmasfattah; Nanang Ardianto; Allis Soraya Setyokanti Winarning
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 9 No. 02 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/jmu.v9i02.374

Abstract

Latar belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue atau yang biasa sering kita sebut DBD, sampai saat ini menjadi kasus internasional dalam kesehatan masyarakat. Beberapa faktor lingkungan diantaranya ada faktor lingkungan fisik yaitu suhu, kelembapan, keberadaan, dan tempat perindukan yang berpengaruh terhadap perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara perilaku dan lingkungan masyarakat yang ada di Desa Sragi dalam mencegah penyakit DBD. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode korelatif, instrumen pada penelitian ini berupa lembar kuisioner. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat RT 04 Desa Sragi. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan jumlah sampel yang telah dihitung dengan rumus slovin didapatkan sebanyak 67 sampel.  Hasil: Hasil dari korelasi antara tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan penyakit DBD didapatkan nilai r hitung 0,652 dengan nilai signifikan (p value) 0,000. Hal ini menyatakan terdapatnya hubungan antara tingkat pengetahuan dan perilaku. Simpulan: Sebagian masyarakat memiliki pengetahuan dan perilaku yang baik
Analisis Drug Related Problems Kategori Overdose, Underdose, dan Drug Interaction Pasien Tuberkulosis RS dr. Soepraoen Malang Amelia Nadya Sugihantono; Nanang Ardianto; Novyananda Salmasfattah; Reyvan Admaja Bagas Virgiansyah
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 9 No. 02 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/jmu.v9i02.379

Abstract

Latar belakang: Di Indonesia banyak kejadian yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan pengobatan yang dikenal sebagai masalah terkait obat yang dapat menggangu hasil klinis kesehatan pasien disebut sebagai DRPs. Tuberkulosis merupakan penyakit kronik akibat bakteri Mycrobacterium Tuberculosis. Dalam terapi, pasien tuberkulosis perlu banyak obat, yang meningkatkan resiko DRPs. Tujuan: Menganalisis kejadian DRPs kategori overdose, underdose, dan drug interaction pasien tuberkulosis. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif non eksperimental dengan metode pendekatan deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif yaitu data rekam medis pasien tuberkulosis periode Januari 2022 – Maret 2023 selama rawat inap RS dr.Soepraoen Malang. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Populasi sama dengan sampel melibatkan 40 pasien. Analisis data masing-masing kategori berdasarkan aplikasi Drug.com dan Permenkes no.67 tahun 2016 dalam bentuk distribusi presentase. Hasil: Analisis DRPs berdasarkan karakteristik pasien Tuberkulosis RS dr. Soepraoen Malang didominasi laki-laki sebesar 67,5% dan yang paling banyak menderita tuberkulosis adalah usia 46-55 tahun. Simpulan: Masalah terkait obat pada pasien tuberkulosis yang menjalani perawatan di RS dr. Soepraoen Malang ialah 46 kasus. Kasus DRPs termasuk 1 kasus overdose (2,2%),  4 kasus underdose (8,7%), dan 41 kasus drug interaction (89,1%).
Hubungan Tingkat Kontrol Asma dengan Kualitas Hidup Pasien Asma di Poli Paru RS. Lavalette Malang Ardianto Nanang; Umi Rikha Aggilya; Ratih Tyas Widara; Sindi Wahyu Arianti
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol. 9 No. 02 (2023): Oktober: Jurnal Kesehatan Medika Udayana
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/jmu.v9i02.387

Abstract

Latar belakang: Asma merupakan penyakit heterogen dengan gejala peradangan pada saluran pernapasan, secara terus menerus serta gejala batuk yang bervariasi, sesak dada, sesak nafas, dan mengi. Tingkat kontrol asma mengacu pada seberapa baik karakteristik asma dapat diamati pada pasien penderita asma dan seberapa baik gejalanya berkurang atau tidak muncul setelah pengobatan diberikan. Kualitas hidup adalah tingkat kemampuan, keterbatasan, gejala, dan karakteristik psikososial seseorang untuk berfungsi dengan baik dan merasa puas dengan peran mereka dalam masyarakat. Tujuan: Mengetahui korelasi tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup pasien di poli paru RS Lavalette Malang. Metode: Penelitian kuantitatif non eksperimental ini menggunakan pendekatan korelatif. Subjek pada penelitian 50 responden Penelitian ini mengguakan teknik sampling accidental sampling. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner Asthma control test dan Mini-Asthma Quality of Life Questionnaire. Penelitian ini menggunakan analisis bivariate SPSS, Rank Spearman. Hasil: Menunjukan bahwa18 responden (36%) asma tidak terkontrol, 27 responden (54%) memiliki kontrol sebagian, 5 responden (10%) asma terkontrol penuh dan responden dengan kualitas hidup baik sebanyak 37 (74%), kualitas hidup kurang baik 13 responden (26%). Terdapat korelasi antara tingkat kontrol asma dan kualitas hidup pasien asma di Poli Paru RS Lavalette Malang, dengan nilai p = 0.026 (< 0.05).  Simpulan: terdapat korelasi tingkat kontrol asma dengan kualitas hidup pasien asma  
HUBUNGAN PENGETAHUAN ORANG TUA SWAMEDIKASI DAN PENANGANAN DEMAM PADA ANAK DI SDN GUNUNGREJO 02 MALANG wiwin rohma maulidah; Nanang Ardianto; Novyananda Salmasfattah; Fika Maharani
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5849

Abstract

Masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada anak adalah demam. Demam merupakan proses alami tubuh untuk melawan infeksi yang terjadi ketika suhu tubuh melebihi suhu normal (38°C). Meski beberapa kasus demam bisa diobati tanpa intervensi medis, demam tinggi bisa berdampak buruk pada anak. Swamedikasi yaitu usaha yang sering dilakukan masyarakat untuk dalam mengatasi keluhan atau gejala penyakit seperti demam. penelitian ini bersifat kuantitatif non experimental dengan metode korelatif. Pada penelitian menggunakan kuisioner. Pada penelitian ini guna penentuan sampel menggunakan teknik “probability sampling” yaitu proses pengambilan populasi ke dalam sastra. Dari populasi kemudian di bagi kedalam sebuah sampel.Dalam penelitian ini populasi orang tua di SD Gunung rejo 02 Malang sebanyak 229 dari perhitungan di peroleh 80 responden. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SD Gunungrejo 02 Malang, dengan jumlah responden 80. Dengan presentasi 100% semua wanita (ibu). diketahui usia 57.9% banyaknya responden berusua 30-40 tahun. tingkat pendidikan ibu, mayoritas SMA presentase 48,75%. Responden pengetahuan yang baik dengan nilai 68,75%. Penanganan 85% baik. Pada uji hubungan antara dua variable pengetahuan dan penanganan swamedikasi demam pada anak di dapatkan nilai r hitung uji korelasi  sebesar 0,701 dengan nilai signifikan (p value) sebesar 0,000 Artinya terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan pengetahuan dan penangan swamedikasi demam pada anak.
HUBUNGAN PERSEPSI KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN DENGAN KEPUASAN PELANGGAN DI APOTEK KAYLA FARMA MALANG Hana Fieky Cintikashalma Verlyndika; Nanang Ardianto; Rudy Mardianto; Wiwin Rohma Maulidah
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5848

Abstract

Di era globalisasi, semakin berkembangnya kesadaran bahwa kesehatan adalah hal terpenting dalam kehidupan, dan kebutuhan akan fasilitas medis semakin meningkat.Hal ini mendorong penyedia layanan medis untuk menyediakan dan meningkatkan mutu pelayanan serta pengobatan preventif dan kuratif dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup dan memuaskan pengguna layanan medis.Kualitas dianggap baik jika persepsi pelanggan pada pelayanan sesuai harapan dan sebaliknya. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif “non eksperimental” korelatif menggunakan 100 responden yang merupakan pelanggan di Apotek Kayla Farma Malang periode Agustus 2023. Sampel diambil secara Accidental Sampling. Hasil menunjukkan bahwa 89% responden menilai bahwa persepsi kualitas pelayanan kefarmasian sudah sangat tinggi, begitu pula pada aspek kepuasan pelanggansebanyak 94% responden menyatakan bila kepuasan pelangganmasuk pada kategori sangat tinggi. Pengujian bivariat menunjukkan bahwa pada persepsi kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pelanggan terdapat hubungan yang relevan dengan angkakurang dari 0,05 dan memiliki keeratan kuat dengan angka korelasi sebesar 0,697.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KETEPATAN PENGGUNAAN OBAT ANALGESIK PADA SWAMEDIKASI NYERI DI DESA PANDANREJO MALANG nanang ardianto; Fika Maharani; Aldesra Fitri; Hana Fieky Cintikashalma Verlyndika
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 3 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i3.5845

Abstract

Terjadinya kesalahan pengobatan dalam swamedikasi akibat keterbatasan pengetahuan masyarakat terkait obat dan penggunaannya. Pengetahuan yang kurang didasari seperti, faktor tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Sebagian masyarakat mengkonsumsi analgesik tidak tepat indikasi, memakai analgesik guna menghilangkan kelelahan, stres, keadaan kurang nyaman, memodifikasi interval dosis sesuuai rekomendasi, dan mengkonsumsi dua atau lebih analgesik yang berbeda. Jenis penelitian kuantitatif non eksperimental dengan metode korelatif. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar kuisoner yang melibatkan 100 responden di Desa Pandanrejo Kabupaten Malang. Analisisa data menggunakan korelasi Rank Spearman.Karakteristik responden yang digunakan yaitu usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin dan pekerjaan. Berdasarkan usia menunjukkan presentase kelompok terbesar adalah kelompok usia 28-37 tahun (42%). Berdasarkan tingkat pendidikan hampir sebagian besar mempunyai pendidikan terakhir SMA/SMK sebanyak 53%. Berdasarkan jenis kelamin perempuan memiliki presentase yang lebih besar yaitu (63%). Berdasarkan usia menunjukkan presentase kelompok terbesar adalah kelompok usia 28-37 tahun (42%). Berdasarkan pekerjaan sebagian besar memiliki pekerjaan ibu rumah tangga sebanyak 48%.Hasil uji korelasi antara tingkat pengetahuan terhadap ketepatan penggunaan obat analgesik didapatkan nilai r hitung 0,695 dengan nilai signifikasi (p value) 0,000. Hal ini menyimpulkan nilai r hitung 0,000 berarti terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan ketepatan penggunaan obat analgesik.
THE EFFECT OF HOME PHARMACY CARE EDUCATION ON BLOOD PRESSURE CONTROL AND KNOWLEDGE LEVEL OF HYPERTENSIVE PATIENTS AT KENDALSARI PUBLIC HELATH CENTRE MALANG Nanang Ardianto; Allis Soraya Setyokanti Winarning; Rudy Mardianto; Ayesi Dewi Safitri
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1041

Abstract

Hypertension is one of the ten most common degenerative diseases and has a high mortality rate. In 2020, the prevalence of hypertension in Malang City reached 35,641 cases. The role of pharmacists as caregivers in home pharmacy care can help to control hypertension and reduce morbidity. The main objective of this study was to determine the effect of home pharmacy care on hypertension patients’ knowledge and blood pressure management. This study used a quantitative experimental design with a Randomized Control Trial method, with a total of 34 respondents divided into 2 groups: the control group and the test group of 17 respondents each. Using an accidental sampling technique. The research location was Kendalsari Public Health Centre Malang in August 2023. Blood pressure data were measured using a tensimeter, and knowledge level data were obtained using a knowledge questionnaire. Data analysis was performed using paired and pooled t-tests. The results of the analysis of the effect of home pharmacy care on the level of patient knowledge about hypertension with a significance value (2tailed) p = 0.000, and analysis of the effect of home pharmacy care on systolic and diastolic blood pressure with a significance value (2tailed) p = 0.030. The results of this study concluded that home pharmacy care for hypertensive patients had a positive effect on blood pressure control and increased knowledge at the Kendalsari Public Health Center, Malang. Keywords: Home pharmacy care, hypertension, blood pressure control, knowledge level.