Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kebenaran Historis dalam Puisi “Ballada Bintang Kejora” Karya Yoseph Yapi Taum: Perspektif George Lukacs Fayola, Benedicta; Taum, Yoseph Yapi
Salingka Vol 21, No 2 (2024): SALINGKA, Edisi Desember 2024
Publisher : Balai Bahasa Sumatra Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/salingka.v21i2.1098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi sejarah yang tergambar dalam puisi tersebut, khususnya terkait dengan peristiwa-peristiwa krusial di Papua. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melalui tiga tahap, pengumpulan data, dengan melakukan studi pustaka, analisis data, dengan menggunakan metode analisis isi, dan penyajian data dengan metode informal. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis puisi “Ballada Bintang Kejora” dalam penelitian ini merupakan pendekatan sosiologi sastra. Penelitian ini berfokus pada analisis teks dan kontekstualisasi sejarah. Penelitian ini menganalisis puisi berjudul “Ballada Bintang Kejora” karya Yoseph Yapi Taum melalui perspektif teori refleksi George Lukács. Analisis dilakukan melalui tiga tahap utama: pertama, mengidentifikasi keaslian sejarah yang tercermin dalam puisi; kedua, mengevaluasi kesetiaan puisi terhadap fakta-fakta historis; dan ketiga, menelaah autentisitas warna lokal yang disampaikan dalam karya sastra ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa "Ballada Bintang Kejora" secara akurat merefleksikan berbagai aspek kerusuhan di Papua, mengungkapkan detail-detail sejarah yang mendalam dan otentik, serta memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas sosial dan budaya di wilayah tersebut melalui medium puisi.This research aims to reveal the historical representation depicted in the poem, especially related to crucial events in Papua. The research method used is qualitative through three stages, data collection, conducting literature studies, data analysis,  content analysis methods, and presenting data using informal methods. The approach used in analyzing the poem "Ballada Bintang Kejora" in this research is a literary sociology approach. This research focuses on text analysis and historical contextualization. This research explores the poem "Ballada of the Morning Star" by Yoseph Yapi Taum through the perspective of George Lukács' theory of reflection. The analysis was carried out through three main stages: first, identifying the historical authenticity reflected in the poetry; second, evaluating the poem's fidelity to historical facts; and third, examining the authenticity of the local color conveyed in this literary work. The research results show that "Ballada of the Morning Star" accurately reflects various aspects of the riots in Papua, reveals deep and authentic historical details, and enriches our understanding of the social and cultural complexity of the region through the medium of poetry.
Jejak api dan air mata: Otentisitas sejarah kekerasan anti-Tionghoa dalam cerpen "Clara" karya Seno Gumira Ajidarma Fayola, Benedicta
Sintesis Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i2.13217

Abstract

Cerpen "Clara" karya Seno Gumira Ajidarma menyajikan narasi kelam tentang seorang perempuan keturunan Tionghoa bernama Clara, yang menjadi korban kebrutalan selama kerusuhan Mei 1998. Melalui tokoh Clara, cerpen ini menggambarkan penderitaan kolektif etnis Tionghoa, mulai dari penjarahan dan pembakaran harta benda hingga kekerasan seksual dan pembunuhan yang brutal. Kisah Clara tidak hanya berfungsi sebagai fiksi, tetapi juga sebagai dokumentasi kultural yang merefleksikan trauma mendalam akibat tragedi tersebut. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana karya sastra dapat menjadi representasi otentik dari sebuah peristiwa sejarah. Fokus utamanya adalah menganalisis apakah cerpen "Clara" mencerminkan fakta-fakta sejarah Tragedi Mei 1998, khususnya kekerasan sistematis yang dialami oleh masyarakat Tionghoa. Persoalan kesejarahan dianalisis menggunakan perspektif realisme sosial dari George Lukacs, yang menekankan hubungan dialektis antara karya sastra dan realitas sosial pada zamannya. Metode penelitian kualitatif digunakan dengan pendekatan studi pustaka untuk mengumpulkan data mengenai Tragedi Mei 1998 dan isi cerpen. Analisis dilakukan dengan membongkar tiga aspek teori Lukacs: keaslian sejarah (tokoh, peristiwa, latar sosial), kesetiaan sejarah (nilai budaya, kondisi sosial, atmosfer), dan keaslian warna lokal (detail spesifik kehidupan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen "Clara" memiliki tingkat keaslian sejarah yang tinggi dan terperinci. Berbagai aspek dalam cerpen—mulai dari tokoh Clara sebagai representasi borjuis Tionghoa, peristiwa penjarahan, rasisme, pemerkosaan massal, hingga latar sosial yang penuh konflik—terbukti selaras dengan fakta-fakta sejarah Tragedi Mei 1998. Dengan demikian, cerpen ini berhasil menjadi medium yang menyuarakan kembali sejarah kelam bangsa dan menjadi pengingat akan keadilan kemanusiaan yang dilanggar.