Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Minat Belajar Siswa SD dalam Pembelajaran PJOK Melalui Permainan Tradisional Tarigan, Felix Adriano; Siregar, Samsuddin; Cristian, Daniel; Saragih, Cristovel
PIOR: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 4, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pior.v4i2.353

Abstract

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) merupakan mata pelajaran penting di Sekolah Dasar (SD) yang bertujuan untuk meningkatkan Kesehatan jasmani, rohani, dan sosial siswa. Namun, dalam kenyataannya, banyak siswa yang kurang berminat dalam pembelajaran PJOK. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti metode pembelajaran yang monoton dan kurang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan permainan tradisional dalam meningkatkan minat belajar siswa SD dalam pembelajaran PJOK. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji beberapa sumber literatur seperi jurnal, artikel ilmiah, dan buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan tradisional dalam pembelajaran PJOK dapat meningkatkan minat belajar siswa SD
Pengaruh Studi Perbandingan Tingkat Konsentrasi Atlet Karate Kata dan Kumite Dalam Menghadapi Pertandingan Manalu, Nimrot; Fadli, Zen; Sikettang, Samuel; Tarigan, Felix Adriano; Sinaga, Gepin Martuah; Purba, Apriebrata; Sitorus, Daniel Christian
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol 3, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v3i2.7291

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat konsentrasi atlet karate cabang kata dan kumite dalam menghadapi pertandingan dengan menggunakan metode kepustakaan (library research) berdasarkan sumber ilmiah lima tahun terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa atlet kata memiliki konsentrasi yang lebih stabil dan terarah karena menuntut ketepatan serta pengendalian diri, sedangkan atlet kumite memiliki konsentrasi yang lebih dinamis dan reaktif untuk merespons situasi pertarungan yang cepat berubah. Perbedaan ini mencerminkan adaptasi psikologis terhadap karakteristik masing-masing disiplin, sehingga pelatih disarankan menyesuaikan program latihan mental sesuai kebutuhan cabang guna meningkatkan performa atlet.