Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kebertahanan Budaya Jawa pada Masyarakat Transmigran di Kota Metro dan Wilayah Penyanggah: Studi Observasi Lapangan dan Studi Pustaka Arman Surya Wibowo; Wasino Wasino; Edi Kurniawan; Argitha Aricindy
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana budaya Jawa tetap lestari di Kota Metro serta wilayah penyangganya, seperti Pekalongan, Metro Kibang, Batanghari, Punggur, dan Trimurjo. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengandalkan observasi lapangan serta kajian pustaka. Sumber kajian berasal dari karya sastra dan penelitian yang berkembang antara tahun 2014 hingga 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai aspek budaya Jawa masih terjaga, meliputi bahasa sehari-hari, tradisi upacara, seni pertunjukan, semangat gotong royong, hingga simbol-simbol budaya yang diwariskan turun-temurun. Faktor yang memperkuat keberlanjutan budaya tersebut antara lain dominasi masyarakat Jawa di kawasan tersebut, kesinambungan pelaksanaan tradisi, komunikasi yang terjalin antarwilayah, serta keterlibatan generasi muda dalam mempelajari dan mempraktikkan kembali warisan leluhur. Dengan demikian, budaya Jawa di Metro dan sekitarnya tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang sesuai dengan dinamika zaman.
Makna Simbolik Tradisi Manganan sebagai Wujud Syukur dan Identitas Budaya Masyarakat Ramiyati, Ramiyati; Argitha Aricindy; Wasino; Tri Astuti
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 1 No. 4 (2025): OKTOBER-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/01t6vh03

Abstract

The Manganan tradition is one of the local wisdoms that continues to be preserved by the people of Banjarjo Village, Padangan District, Bojonegoro Regency. This tradition symbolizes the community’s gratitude for the harvest, safety, and prosperity bestowed by God Almighty. This study aims to explore the symbolic meanings embodied in the Manganan tradition and to understand its role as a cultural identity of the local community. The research employed a qualitative approach with an ethnographic method. Data were collected through observation, in-depth interviews with community leaders and tradition participants, and documentation of the Manganan activities. The findings reveal that each element of the tradition such as offerings, communal prayers, and shared meals contains symbolic meanings reflecting religiosity, togetherness, and gratitude. Furthermore, the Manganan tradition serves as a medium to strengthen social solidarity and maintain the continuity of cultural values across generations. Therefore, Manganan functions not only as a religious ritual but also as a form of cultural identity that reinforces the social cohesion and cultural resilience of the Banjarjo community amid modernization
TRADISI METHIK PARI SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL Marlina Ardianti; Wasino; Edi Kurniawan; Argitha Aricindy
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.34498

Abstract

Tradisi Methik Pari merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat agraris Indonesia yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter pendidikan yang terkandung dalam tradisi Methik Pari dan potensi integrasinya ke dalam sistem pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library Research) dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Methik Pari sarat dengan nilai-nilai karakter, seperti rasa syukur, gotong royong, tanggung jawab, disiplin, dan hormat terhadap alam serta leluhur. Nilai-nilai ini terinternalisasi melalui prosesi ritual yang melibatkan keteladanan dan pembiasaan antargenerasi. Lebih lanjut, tradisi ini juga mengandung unsur matematis, seperti konsep himpunan, geometri, dan perhitungan, yang menunjukkan integrasi antara budaya dan ilmu pengetahuan. Implementasi nilai-nilai Methik Pari dalam pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pengembangan kurikulum berbasis budaya lokal, kegiatan ekstrakurikuler, dan keteladanan oleh guru dan keluarga. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa Methik Pari tidak hanya berfungsi sebagai ritual budaya, tetapi juga merupakan sumber pendidikan karakter yang efektif dan kontekstual untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, cinta budaya, dan bertanggung jawab
Pemanfataan Media Digital Berbasis Budaya dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar: Tren dan Temuan Penelitian Terkini (2021-2025) Widya Puspita, Evika; Wasino; Tri Astuti; Argitha Aricindy
Journal of Literature Review Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/s0mbz159

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah paradigma pembelajaran di Sekolah Dasar menuju model yang lebih interaktif, kolaboratif, dan berorientasi pada kompetensi abad ke-21. Namun, pesatnya digitalisasi pendidikan juga menimbulkan tantangan terhadap pelestarian nilai-nilai budaya dan karakter bangsa di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara konsep media digital, budaya, dan pembelajaran di Sekolah Dasar, mengidentifikasi fokus penelitian dominan, serta menelusuri perkembangan temporal penelitian tentang media digital berbasis budaya selama periode 2021–2025. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis model PRISMA 2020, dengan menelaah artikel nasional dan internasional yang diperoleh melalui Google Scholar sebanyak 200 artikel awal. Setelah melalui proses seleksi identifikasi, penyaringan, dan kelayakan, diperoleh 15 artikel PDF jurnal ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital berbasis budaya berperan penting dalam memperkuat karakter, literasi budaya, dan motivasi belajar siswa Sekolah Dasar. Fokus penelitian dominan meliputi pengembangan permainan digital, komik interaktif, multimedia berbasis web, serta buku cerita digital yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dan nasional. Secara temporal, tren penelitian menunjukkan pergeseran dari adaptasi teknologi pascapandemi menuju integrasi nilai-nilai budaya dalam desain pembelajaran digital. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengembangan media digital berbasis budaya merupakan solusi strategis untuk menciptakan pembelajaran yang humanistik, relevan, dan berakar pada identitas bangsa di era digital.