Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Polarization of Issues Related to Permanent Voter Data (DPT) and Its Impact on Governance Khuriyatul Husna; Ridho Ramadhan Arfi; Alexsander Yandra; Dian Rianita
JOELS: Journal of Election and Leadership Vol. 6 No. 2 (2025): JOELS: Journal of Election and Leadership
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/br4p0070

Abstract

Recurring issues surrounding the permanent voter list (DPT) in general and local elections in Indonesia reflect systemic weaknesses in election governance. This study aims to map the polarization of issues related to the DPT and analyze their impact on public administration. A qualitative literature review was conducted on 47 selected journal articles obtained through Google Scholar as the main entry point due to its accessibility and broad coverage. Various types of sources, including journal articles, theses, reports, and preprints, were used, enabling researchers to capture a more diverse literature landscape, especially in local or regional contexts where publications are not always indexed in paid databases; the ease of initial filtering also meant faster results when searching for specific keywords, allowing researchers to compile an initial list of relevant articles for further screening; and the diversity of languages and sources enabled the discovery of Indonesian or regional works that are often underrepresented in international paid databases, making them relevant for local studies on DPT and governance. The findings show that Voter List issues can be categorized into three types of polarization: structural versus cultural, technological versus manual, and centralization versus decentralization. These issues lead to reduced electoral legitimacy, budget inefficiency, and declining public trust. In conclusion, voter list issues are not merely administrative problems but also serious threats to the quality of democracy and effective governance. Comprehensive reforms involving strengthened regulations, institutional capacity building, and technological optimization are urgently needed to enhance the integrity of voter data in future elections.
Eksistensi Akta Otentik Notaris Sebagai Alat Bukti Sempurna Dalam Perspektif Hukum Perdata: Eksistensi Akta Otentik Notaris Sebagai Alat Bukti Sempurna Dalam Perspektif Hukum Perdata Hajar, Ragil Ibnu; Sri Rahayu; Ridho Ramadhan Arfi
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 2 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i2.3523

Abstract

Akta otentik yang dibuat oleh notaris memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sistem hukum perdata Indonesia karena berfungsi sebagai alat bukti tertulis yang memiliki kekuatan pembuktian sempurna (volledig bewijs). Meskipun demikian, dalam praktik peradilan masih ditemukan berbagai sengketa yang berkaitan dengan keabsahan dan kekuatan pembuktian akta notaris, sehingga menunjukkan bahwa kekuatan pembuktian tersebut tidak selalu bersifat mutlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi akta otentik notaris sebagai alat bukti sempurna dalam perspektif hukum perdata Indonesia, meliputi landasan hukum, kekuatan pembuktian, serta batasan keberlakuannya dalam praktik peradilan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui teknik penafsiran hukum dan penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta otentik notaris memiliki kekuatan pembuktian lahiriah, formal, dan material yang menempatkannya sebagai alat bukti dengan nilai pembuktian tertinggi dalam perkara perdata. Namun, kekuatan pembuktian tersebut dapat mengalami degradasi apabila ditemukan adanya cacat formal, cacat material, pelanggaran prosedur, atau penyalahgunaan kewenangan dalam proses pembuatannya. Penelitian ini juga menegaskan bahwa profesionalitas, integritas, dan prinsip kehati-hatian notaris merupakan faktor penting dalam menjaga keotentikan akta serta mewujudkan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian hukum kenotariatan dan hukum pembuktian, khususnya terkait hubungan antara aspek normatif dan praktik peradilan dalam menentukan kekuatan pembuktian akta otentik.