Abstract Bahrul Ulum Islamic Boarding School in Tajinan Malang has male and female students, the majority of whom are aged 12-18 years. The students have different family and aregional backgrounds. There social lift mast be carried out away from parental supervision. The interaction that occur require a strong filter so that bullying dose not occur in Islamic boarding schools. All parties are aware of the importance of socialization as a means of providing students with knowledge and a filter to prevent bullying in Islamic boarding schools. This event activity also an effort made to create a child-friendly Islamic boarding school. That comfortable and fun Islamic boarding scool for students to study. this socialization activity also received support from all Islamic boarding school residents who attended and participated in making the event and adminidtrasion by asking questions to the presenters. This is a from of active and interracitive response and students attention when gaining knowledge about students awareness of anti-bullying actions. Keywords: Islamic Boarding School, Teenager, Anti Bulliying. Abstrak Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tajinan memiliki santri putra dan putri yang mayoritas berusia 12-18 tahun. Para santri memiliki latar belakang keluarga dan daerah yang berbeda-beda. Kehidupan sosial mereka harus dilakukan dengan jauh dari pantauan orang tua. Interaksi yang terjadi memerlukan filter yang kuat supaya tidak terjadi bullying di pesantren. Seluruh pihak menyadari pentingnya sosialisasi sebagai bekal pengetahuan santri dan filter untuk tidak melakukan bullying di pesantren. Kegiatan sosialisasi ini juga merupakan upaya yang dilakukan untuk mewujudkan pesantren ramah anak. Pesantren yang aman, nyaman, dan menyenangkan untuk belajar para santri. Kegiatan sosialisasi ini juga mendapat dukungan dari seluruh warga pesantren yang hadir dan ikut serta dalam mensukseskan acara tersebut. Adanya kegiatan sosialisasi juga mendapat antusiasme yang tinggi dari para santri serta para pengurus dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada pemateri. Hal tersebut merupakan wujud respon yang aktif dan interaktif serta perhatian santri ketika mendapatkan pengetahuan mengenai kesadaran santri terhadap tindakan anti bullying. Kata kunci: Pondok Pesantren, Remaja, Anti Perundungan.