Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perancangan sistem plumbing instalasi air bersih dan air kotor pada pembangunan rumah bertingkat dua lantai daerah rawan gempa Hentu, Moh; Sabani, Wulan; Avicenna, Diva; Hidayat, Wahyudi; Airin, Nur; Wulandari, Fidya; Zulhija, Sari; Aulia, Thazkia; Auliandari, Auliandari; Karim, Nur; Jakaria, Anti; Sardi, Bambang
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 3 No. 1 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem plumbing dipergunakan untuk menyediakan air bersih dan air kotoran ke tempat yang telah ditentukan tanpa mencemari bagian-bagian terpenting lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada perancangan rumah bertingkat 2 lantai dengan jumlah penghuni sebesar 10 orang diperlukan air bersih sebesar 2/hari. Dengan pemakaian air pada jam puncak sebesar 0.375/menit, serta pemakaian air pada menit puncak sebesar 0.014/menit.
Perancangan sistem plumbing instalasi air bersih dan air kotor pada pembangunan rumah bertingkat dua lantai daerah rawan gempa Hentu, Moh Ghifta; Jakaria, Anti A; Karim, Nur Anisa; Auliandari, Auliandari; Aulia, Thazkira; Zulhija, Sari; Wulandari, Fidya Tri; Airin, Nur; Hidayat, Wahyu; Avicenna, Diva; Sabani, Wulan Mutiara; Sardi, Bambang
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol 3 No 1 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/sjme.v3i1.466

Abstract

Sistem plumbing dipergunakan untuk menyediakan air bersih dan air kotoran ke tempat yang telah ditentukan tanpa mencemari bagian-bagian terpenting lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada perancangan rumah bertingkat 2 lantai dengan jumlah penghuni sebesar 10 orang diperlukan air bersih sebesar 2/hari. Dengan pemakaian air pada jam puncak sebesar 0.375/menit, serta pemakaian air pada menit puncak sebesar 0.014/menit.
Pengaruh Massa Adsorben Arang Aktif Sekam Padi dan Ampas Kopi dalam Mereduksi Zat Pencemar Limbah Cair Indrustri Tempe Rumahan Zulhija, Sari; Alricha, Alricha; Amaludin, Moh Baitullah; Zeffitni, Zeffitni; Ramadani, Sriyati
Jurnal Teknologi Berkelanjutan Vol 14 No 02 (2025): Vol 14 No. 02
Publisher : Lambung Mangkurat University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jtb.v14i02.347

Abstract

The home-based tempeh industry faces serious challenges in managing liquid waste containing pollutants such as Total Suspended Solid (TSS), ammonia, turbidity, and pH that exceed quality standards. This study aims to determine the decrease in pollutant levels in tempeh industry liquid waste with a combination of coffee grounds and rice husk adsorbents, and to determine the effect of giving variations in adsorbent mass on the value of pollutant parameters in tempeh industry liquid waste. The method used was quantitative experimental with waste samples from Monas Tempe Factory. The adsorbent mass variations tested were 1:1, 1:2, and 2:1, with a total dose of 8 grams per 500 ml of waste, and the adsorption process was carried out with magnetic stirring for 30 minutes at 300 rpm. The results showed that the adsorbent combination was effective in reducing TSS and ammonia, with the highest TSS reduction reaching 53.42% and ammonia 67.33% in the 1:2 variation. The maximum adsorption capacity for TSS was 4330 mg/g and for ammonia 127.50 mg/g. However, this treatment also caused an increase in turbidity (-19937.50%) and pH (-16.88%). The Freundlich isotherm model is more suitable to explain the adsorption process, indicating that adsorption is favorable and occurs physically with multilayer. Although this combination was effective in reducing TSS and ammonia, there were limitations in dealing with turbidity and pH.