Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Bentuk Pilar Jembatan Terhadap Potensi Gerusan Lokal Ikhsan, Jazaul; Hidayat, Wahyudi
Jurnal Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Jurnal Semesta Teknika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pilar merupakan bagian dari struktur bawah jembatan. Keberadaan pilar pada aliran sungai menyebabkan perubahan pola aliran sungai. Perubahan pola aliran tersebut akan mengakibatkan terjadinya gerusan lokal di sekitar pilar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk pilar terhadap potensi gerusan lokal yang terjadi di sekitar pilar tersebut.Penelitian ini dilakukan pada kondisi aliran seragam permanen (steady uniform flow) dengan tiga variasi debit. Model fisik pilar yang digunakan adalah bentuk pilar persegi, bentuk pilar bulat dan bentuk pilar jajaran genjang. Hasil yang didapat dari rangkaian penelitian ini adalah semakin besar debit yang mengalir pada suatu penampang saluran maka gerusan lokal di sekitar pilar juga akan semakin dalam dan bentuk yang terbaik pada penelitian ini adalah bentuk bulat karena mempunyai potensi kedalaman gerusan yang terkecil.
Pengaruh Bentuk Pilar Jembatan Terhadap Potensi Gerusan Lokal Ikhsan, Jazaul; Hidayat, Wahyudi
Semesta Teknika Vol 9, No 2 (2006): NOVEMBER 2006
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v9i2.868

Abstract

Pilar merupakan bagian dari struktur bawah jembatan. Keberadaan pilar pada aliran sungai menyebabkan perubahan pola aliran sungai. Perubahan pola aliran tersebut akan mengakibatkan terjadinya gerusan lokal di sekitar pilar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bentuk pilar terhadap potensi gerusan lokal yang terjadi di sekitar pilar tersebut.Penelitian ini dilakukan pada kondisi aliran seragam permanen (steady uniform flow) dengan tiga variasi debit. Model fisik pilar yang digunakan adalah bentuk pilar persegi, bentuk pilar bulat dan bentuk pilar jajaran genjang. Hasil yang didapat dari rangkaian penelitian ini adalah semakin besar debit yang mengalir pada suatu penampang saluran maka gerusan lokal di sekitar pilar juga akan semakin dalam dan bentuk yang terbaik pada penelitian ini adalah bentuk bulat karena mempunyai potensi kedalaman gerusan yang terkecil.
Perancangan sistem plumbing instalasi air bersih dan air kotor pada pembangunan rumah bertingkat dua lantai daerah rawan gempa Hentu, Moh; Sabani, Wulan; Avicenna, Diva; Hidayat, Wahyudi; Airin, Nur; Wulandari, Fidya; Zulhija, Sari; Aulia, Thazkia; Auliandari, Auliandari; Karim, Nur; Jakaria, Anti; Sardi, Bambang
Sultra Journal of Mechanical Engineering Vol. 3 No. 1 (2024): Sultra Journal of Mechanical Engineering
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem plumbing dipergunakan untuk menyediakan air bersih dan air kotoran ke tempat yang telah ditentukan tanpa mencemari bagian-bagian terpenting lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada perancangan rumah bertingkat 2 lantai dengan jumlah penghuni sebesar 10 orang diperlukan air bersih sebesar 2/hari. Dengan pemakaian air pada jam puncak sebesar 0.375/menit, serta pemakaian air pada menit puncak sebesar 0.014/menit.
Legal analysis of the implementation of article 33 of the criminal code concerning minors in military relations with law number 11 of 2012 concerning the juvenile criminal justice system Hidayat, Wahyudi
Dynamics of Politics and Democracy Vol. 4 No. 1 (2024): August
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/dpd.v4i1.2985

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the legal protection of children in conflict with the law within the Indonesian criminal justice system, particularly military minors. Article 33 of the Criminal Code and Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System are both central in regulating the judicial process for minors in military service. However, the potential contradiction between these two legal frameworks requires critical examination to ensure that children's rights are not violated. Research/methodology: This research uses a normative juridical approach. Data were collected through document analysis and literature study, including library research and other sources related to juvenile justice and military law. Results: The study finds that although both Article 33 of the Criminal Code and Law Number 11 of 2012 are designed to provide protection, their implementation in cases involving military minors may lead to legal uncertainty. There is a need for legal harmonization to uphold fair trial principles and to ensure that military minors are given the same special protections as other children in conflict with the law. Conclusion: Legal inconsistencies can negatively affect the rights of military minors. Reconciliation between general criminal law and juvenile justice law is necessary to create a more just legal framework. Limitation: This study is limited to legal analysis and does not involve empirical case data or interviews with practitioners. Contribution: The study contributes to legal scholarship by highlighting the urgency of synchronizing juvenile justice with military regulations, ensuring fair legal treatment for all minors.
Analisis Biaya Kualitas Pada kelompok Budidaya Ikan Patin di Desa Cipayung:Pengaruh Kualitas Air Dan Penggunaan Limbah Dapur Industi Sebagai Pakan Wiyatno, Tri Ngudi; danang aji, rizky; ramdhani, alvin; hidayat, wahyudi
JURNAL TEKNIK DAN SISTEM INDUSTRI Vol 2 No 02 (2024): Edisi Juli - Desember
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS TRIDINANTI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52333/jietri.v2i02.1012

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya kualitas dalam budidaya ikan patin di Desa Cipayung, Cikarang Timur, dengan fokus pada dampak penggunaan pakan limbah dapur industri serta potensi pengoptimalan biaya kualitas. Data diperoleh melalui wawancara dengan petani ikan untuk mengidentifikasi alokasi biaya pada pencegahan, penilaian, serta kegagalan internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya pencegahan hanya mencapai 6,21% dari total biaya kualitas, sedangkan biaya kegagalan internal mendominasi dengan 77,23%, disebabkan oleh lambatnya pertumbuhan ikan akibat kurangnya nutrisi dalam pakan limbah. Biaya kegagalan eksternal sebesar 16,57% juga terjadi karena penurunan kualitas ikan yang berdampak pada harga jual yang lebih rendah. Studi simulasi pengoptimalan menunjukkan bahwa dengan peningkatan alokasi biaya pencegahan hingga 15% dari total biaya kualitas, penambahan biaya untuk penilaian sebesar 3%, serta penerapan pakan berkualitas tinggi, biaya kegagalan internal dapat ditekan hingga 54%. Pengoptimalan ini tidak hanya menurunkan total biaya kualitas tetapi juga meningkatkan efisiensi dan produktivitas budidaya. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk penggunaan pakan alternatif yang bernutrisi, manajemen kapasitas kolam, dan edukasi petani dalam manajemen budidaya untuk mendukung keberlanjutan usaha. Biaya kualitas budidaya ikan patin,pakan alternatif, kegagalan internal dan eksternal,efisiensi produksi,manajemen pakan
Legal analysis of the implementation of article 33 of the criminal code concerning minors in military relations with law number 11 of 2012 concerning the juvenile criminal justice system Hidayat, Wahyudi
Dynamics of Politics and Democracy Vol. 4 No. 1 (2024): August
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/dpd.v4i1.2985

Abstract

Purpose: This study aims to analyze the legal protection of children in conflict with the law within the Indonesian criminal justice system, particularly military minors. Article 33 of the Criminal Code and Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System are both central in regulating the judicial process for minors in military service. However, the potential contradiction between these two legal frameworks requires critical examination to ensure that children's rights are not violated. Research/methodology: This research uses a normative juridical approach. Data were collected through document analysis and literature study, including library research and other sources related to juvenile justice and military law. Results: The study finds that although both Article 33 of the Criminal Code and Law Number 11 of 2012 are designed to provide protection, their implementation in cases involving military minors may lead to legal uncertainty. There is a need for legal harmonization to uphold fair trial principles and to ensure that military minors are given the same special protections as other children in conflict with the law. Conclusion: Legal inconsistencies can negatively affect the rights of military minors. Reconciliation between general criminal law and juvenile justice law is necessary to create a more just legal framework. Limitation: This study is limited to legal analysis and does not involve empirical case data or interviews with practitioners. Contribution: The study contributes to legal scholarship by highlighting the urgency of synchronizing juvenile justice with military regulations, ensuring fair legal treatment for all minors.
Peningkatan Kinerja Organisasi TI Berdasarkan Metode DMAIC Dengan Pendekatan Frame Work ITIL V.3 Kusuma, Alvian Guntur Perdana; Hidayat, Wahyudi
Jurnal Ilmiah Sumber Daya Manusia Vol 5 No 1 (2021): JENIUS (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/JJSDM.v5i1.13140

Abstract

Dalam upaya untuk memberikan layanan TI yang baik dan berkualitas guna mendukung jalannya bisnis proses perusahaan, kemungkinan pencapaian tujuan pemberian layanan TI yang baik dan berkualitas dapat tidak tercapai. Salah satu indikator pencapaian layanan TI tersebut maksimal adalah tercapainya indeks kepuasan pengguna internal terhadap penggunaan layanan TI tersebut. Buruknya indeks pencapaian kepuasan pengguna tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kinerja organisasi TI. Jenis Penelitan adalah kuantitatif kualitatif dengan desain penelitian adalah deskriptif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hal-hal yang mempengaruhi buruknya indeks pencapaian kepuasan pengguna layanan TI dan bagaimana mendapatkan improvement yang tepat, ditinjau dari sisi service operation di organisasi TI Supernova Group. Dilakukan dengan melaksanakan focus group discussion dengan manajemen organisasi TI Supernova Group dan hasil yang diperoleh dianalisa dengan metode DMAIC dengan menggunakan acuan baku ITSM, frame work ITIL v.3. Kesimpulan adalah buruknya indeks pencapaian kepuasan pengguna layanan TI Supernova Group adalah disebabkan tidak adanya beberapa hal berikut, tidak adanya OLA & UC untuk semua layanan, tidak adanya KEDB, tidak adanya problem management, tidak adanya configuration management, kurangnya informasi insiden yang diterima melalui telepon, kurangnya pelatihan serta tidak adanya panduan untuk menentukan prioritas insiden. Hasil improvement adalah adanya peningkatan resolusi penanganan insiden dari 7.686 jam menjadi 4.884 jam serta IT maturity dari incident & problem management process dan service desk function dari 0, 1.5, 1.5 menjadi 1.5, 1.5, 2.5.