Margaretha Kusmiyati
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Motivasi Wanita Usia Subur Melakukan Pemeriksaan IVA Di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Ezther Febrina Sibarani; Margaretha Kusmiyati; Fransiska Dewi Prabawati
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2024): GJIK - AGUSTUS s/d JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v2i2.898

Abstract

Pemeriksaan IVA bertujuan untuk mendeteksi lesi prakanker leher rahim, sebelum menjadi kanker. Perubahan warna setelah diolesi dengan asam asetat selama 1- 2 menit diamati dan bisa dilakukan untuk melihat perubahan pasca dilakukan olesan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan karakteristik variabel yang diteliti adalah Pengetahuan, Dukungan Keluarga, Dukungan Petugas Kesehatan dengan motivasi WUS melakukan Pemeriksaan IVA di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Desain Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi (N) 90, jadi pada Sampel (n) 73 responden, akan ditambahkan 10% jadi 80 responden untuk mengantisipasi dropout. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil Univariat, mayoritas wanita usia subur berusia 20-35 tahun sebanyak 51 responden (63,7%), mayoritas pendidikan SMA/SMK sebanyak 42 responden (52.5%), mayoritas tidak bekerja sebanyak 45 responden (56.3%), mayoritas paritas multipara (1 anak) sebanyak 37 responden (46.3%), mayoritas pengetahuan baik sebanyak 64 responden (80.0%), mayoritas dukungan keluarga baik sebanyak 67 responden (83.8%), mayoritas dukungan petugas kesehatan baik sebanyak 78 responden (97.5%), mayoritas motivasi wanita usia subur melakukan pemeriksaan iva baik sebanyak 65 responden (81.3%). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara Pengetahuan dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,424 (p = >0,05), tidak ada hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,266 (p = >0,05), dan ada hubungan antara Dukungan Petugas Kesehatan dengan Motivasi Wanita Usia Subur melakukan Pemeriksaan IVA dengan p-value 0,006 (p = <0,05). Wanita usia subur diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan dukungan keluarga tentang motivasi melakukan pemeriksaan IVA.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap WUS (Wanita Usia Subur) Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Implan Di Puskesmas Kecamatan Moro‘ O Delvin Optianis Waruwu; Margaretha Kusmiyati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15393

Abstract

Implan adalah alat kontrasepsi berbentuk batang kecil yang dipasang di bawah kulit lengan dan mengandung hormon progestin. Alat ini efektif mencegah kehamilan selama 3-5 tahun dengan menghambat ovulasi dan mengentalkan lendir serviks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan hubungan pengetahuan dan sikap wus terhadapa penggunaan kontrasepsi implan di Puskesmas Kecamatan Moro’o. Penelitian ini dilakukan di kecamatan Moro’o dimulai pada bulan Juni 2024 februari 2025. Masih rendahnya pengetahuan ibu dalam penggunaan kontrasepsi implan padahal implan termasuk kontrasepsi jangka Panjang yang efekstifitasnya tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitaf deskriptif corelasi dengan pendekatan cross sectional. Hasil uji bivariat menujukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan wus terhadap penggunan kontrasepsi implan (p-value 0.001), data dikumpulkan dengan menggunakan intrumen pengumpulan data kuesioner. Uji analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini yakni uji Chi Square test. Saran penting untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kontrasepsi implan dengan mengikuti penyuluhan kesehatan yang diselenggarakan oleh tenaga medis. Pengetahuan yang lebih dalam mengenai manfaat, cara kerja, serta potensi efek samping implan akan membantu mengurangi ketakutan dan kebingungan.