p-Index From 2021 - 2026
0.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Idaaratul Ulum
Anang Silahuddin
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Lingkungan Dalam Pembelajaran Meningkatkan Minat Baca Santri Siswa Pondok Pesantren Modern Nurus-Salam Prespektif Teori Kognitif Sosial Albert Bandura Anang Silahuddin
Idaarotul Ulum Vol 1 No 2 Desember (2019): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v1i2 Desember.103

Abstract

Membaca adalah salah satu alat bagi manusia untuk berkomunikasi,dalam proses pembelajaran membaca adalah salah satu alat bagi peserta didik untuk mendapatkan informasi atau ilmu yang sedang dipelajari. Menurut beberapa ahli ada tiga unsur yang perlu diperhatikan dalam proses membaca, yang pertama, makna sebagai unsur bacaan, kata sebagai unsur yang membawakan makna, dan symbol tertulis sebagai unsur visual. Pondok pesantren modern Nurussalam adalah sebuah lembaga pendidikan bernuansa islam modern yang menerapkan berbagai macam metode pendidikan dalam proses pendidikannya, salah satunya adalah menciptakan sebuah lingkungan social pembelajaran yang bertujuan sebagai stimulus bagi santri baru agar mampu meniru dan mengikuti program-program yang sudah dilakukan oleh para santri lama. Dari keadaan lingkungan inilah perlu untuk diadakannya sebuah penelitian akankah lingkungan sosial yang ada berlaku efektif dalam meningkatkan minat baca santri dari sudut pandang kognitif sosial Albert Bandura.
Manajemen Siswa Pondok Pesantren Modern Nurussalam Anang Silahuddin
Idaarotul Ulum Vol 3 No 1 Juni (2021): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v3i1 Juni.136

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari pentingnya manajemen siswa di pondok pesantren. Kehidupan pesantren sangat ditentukan oleh faktor manajerial dengan manajemen yang bagus Pesantren dapat berkembang secara signifikan. Sebaliknya, pesantren yang telah maju akan mengalami kemunduran manakala manajemennya tidak dikelola dengan baik. Pondok Modern Nurussalam Sidogede merupakan salah satu pondok pesantren modern yang menerapkan manajemen sumber daya siswa hingga mampu menjadikan Pondok Modern Nurussalam Sidogede sebagai pondok pesantren teladan di Kabupaten OKU Timur. Oleh karena itu penelitian ini penulis lakukan untuk mengetahui dan menjawab “bagaimana manajemen siswa di Pondok Pesantren Nurussalam Sidogede Belitang OKU Timur Tahun Ajaran 2019/2020”. Jenis yang peneliti gunakan adalah jenis penelitian kualitatif deskriptif dan bersifat studi lapangan. Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode observasi sebagai metode utama dengan dilengkapi metode interview dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data penulis menggunakan triangulasi teknik. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen sumber daya siswa di Pondok Pesantren Nurussalam Sidogede Belitang OKU Timur Tahun Ajaran 2019/2020.Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian pada perencanaan kesantrian, penerimaan santri baru, orientasi santri, pengelompokan santri, pembinaan disiplin santri, pencatatan santri, evaluasi hasil belajar santri, kelulusan dan alumni. Kesimpulan penelitian yang penulis dapatkan adalah Pondok Pesantren Nurussalam Sidogede telah menerapkan manajemen kesantrian dalam pengelolaan Pondok Pesantren.
Upgrade Mutu Guru Melalui Model Dan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Hasil Penilaian Studi Di SMA Unggulan Dan Non Unggulan Se-OKU Timur Anang Silahuddin
Idaarotul Ulum Vol 3 No 2 Desember (2021): Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v3i2 Desember.184

Abstract

Kemampuan rata-rata guru dalam meningkatkan mutunya melalui pengembangan strategi dan teknik perencanaan pembelajaran sudah berada pada kategori sangat baik. Dengan kemampuan yang para guru miliki meliputi berbagai aspek yaitu, aspek mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan.Dan hal itu sudah dilakukan secara maksimal dan baik. Walaupun kemunculan sudah sangat baik akan tetapi kemunculan setiap aspek masih ada yang dimunculkan dengan sangat sederhana oleh guru SMA dan belum sesuai denganseharusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan hampir semua guru SMA yang teliti sudah mampu meningkatkan mutunya melalui pengembangan strategi dan teknik perencanaan pembelajaran dengan sangat baik dalam RPP dan pelaksanaan yang dilakukan tetapi kemunculan aspek tersebut belum sepenuhnya sesuai sempurna sesuai dengan seharusnya. Oleh karena itu diharapkan bagi pihak sekolahSMA Unggulan dan Non Unggulan se-OKU Timuruntuk memberikan kesempatan bagi guru untuk mengikuti pelatihan, seminar, workshop tentang kurikulum 2013 sehingga dapat mengembangkan kemampuan guru dalam upgrade mutu guru SMA ibtidaiyah melalui pengembangan strategi dan teknik dalam perencanaan pembelajaran melalui penyusunan RPP dan pelaksanaan dengan secara sempurna.
Manajemen lingkungan Sosial Pendidikan Di MA Al-Huda Karang Melati Sebagai Pendukung Pembelajaran Bahasa Arab Siswa Anang Silahuddin
Idaarotul Ulum Vol 5 No 2 (2023): Desember: Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v5i2.362

Abstract

Guru sebagai satu-satunya sumber belajar adalah paradikma lama yang menjadikan kegiatan belajar mengajar kurang kondusif dan kurangnya inovasi, pengajar di dalam menyampaikan materi dan juga kurangnya para pengajar dalam menguasai materi dan metode menjadikan Susana belajar menjadi terasa sangat membosankan.Tidak terkecuali pelajaran bahasa Arab, pelajaran bahasa Arab adalah pembelajaran yang sangat membutuhkan media untuk membantu peran guru di dalam mengajar, baik media yang berupa audio, atau visual atau bahkan audio visual. Dalam mempelajari bahasa kedua, masuk kedalam dunia bahasa sasaran adalah langkah paling yang paling efektif bagi para pembelajar bahasa.di Nūrus-Sālām misalnya, yang membuat program lingkungan berbahasa untuk membiasakan siswa nya berbahasa Arab.
Peningkatan Kemandirian Anak Melalui Media Display “Kartu Pembiasaan Anak Mandiri” di RA Miftahul Huda Tegalsari Anang Silahuddin
Idaarotul Ulum Vol 6 No 01 (2024): Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v6i01.389

Abstract

Tingkat kemandirian anak di RA Miftahul Huda Tegalsari masih mengalami hambatan dan belum dicapai anak secara optimal terutama dalam memakai sepatu, makan, menyelesaikan tugas, serta merapikan mainan setelah digunakan. Hal tersebut mendorong peneliti untuk mengadakan penelitian tentang peningkatan kemandirian anak melalui media display “Kartu Pembiasaan Anak Mandiri” di RA Miftahul Huda Tegalsari. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui cara penggunaan, 2) peningkatan kemandirian anak (memakai sepatu, makan, menyelesaikan tugas, dan merapikan mainan), 3) kefektifan media display “Kartu Pembiasaan Anak Mandiri” di kelompok A RA Miftahul Huda Tegalsari.Penelitian ini adalah anak didik kelompok A RA Miftahul Huda Tegalsari Tahun Ajaran 2014/2015 sebanyak 13 anak didik. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas, dengan teknik pengumpulan data berupa: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian terdiri dari dua siklus, tiap siklus terdapat dua kali tindakan. Hasil penelitian setelah dilaksanakan perbaikan menunjukkan bahwa media display “Kartu Pembiasaan Anak Mandiri” efektif dalam meningkatkan kemandirian anak didik, dibuktikan dengan prosentase kemandirian anak didik yang berkembang sangat baik atau mendapat bintang 4 pada indikator kemandirian anak memakai sepatu di siklus I 25% menjadi 92,31% di siklus II yakni meningkat 67,31%, indikator kemandirian anak makan di siklus I 33,33% menjadi 92,31% di siklus II yakni meningkat 58,98%, indikator kemandirian anak menyelesaikan tugas di siklus I 25% menjadi 92,31% di siklus II yakni meningkat 67,31%, dan indikator kemandirian anak merapikan mainan di siklus I 50% menjadi 92,31% di siklus II yakni meningkat 42,31%.
Penerapan Prinsip-Prinsip Manajemen Dalam Pemilihan Pengurus Organisasi Pondok Pesantren Modren Nurussalam (OPPMN) Dipondok Pesantren Modern Nurussalam Sidogede Belitang Ogan Komering Ulu Timur Anang Silahuddin
Idaarotul Ulum Vol 6 No 2 (2024): Desember: Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v6i2.434

Abstract

Oganisasi santri pondok pesantren modern Nurussalam OPPM adalah sebuah organisasai santri yang sengaja dibuat oleh pondok pesantren moderen Nurussalam untuk mendidik santri berorganisasi, selain itu hadirnya organisasi santri bertujuan untuk bisa membantu program-program pimpinan dan dapat dijalankan oleh para pengurus organisasi santri sesuai dengan tugas dan wewnang yang diberakan oleh pimpinan pondok kepada masing-masing pengurus. Para pengurus adapat menjalankan peran manajemen sebagaimana mestinya, hal ini dapat dilihat dari berjalannya organisasi yang ssesuai dengan prinsip-prinsip dasar dari manajemen adalah; pertama, Pembagiankerja.Ke dua,otoritasdantanggung jawab. Ketiga, disiplin kesatuan perintah. Keempat, kesatuanarah. Ke lima, dikalahkannya kepentingan individu terhadap kepentingan umum. Ke enam, penghargaan/balas jasa, ke tuju, sentralisasi. Ke delapan, rantai bertangga. Ke sembilan, keteraturan. Ke sepuluh, keadilan stabilitas pelak-sanaan pekerjaan. Kesebelas, inisiatif jiwa korps