p-Index From 2021 - 2026
0.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Idaaratul Ulum
Moh. Adzkiyaunuha
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Kepemimpinan Kyai Dalam Pengembangan Pendidikan Formal Di Pondok Pesantren OKU Timur Moh. Adzkiyaunuha
Idaarotul Ulum Vol 2 No 2 Desember (2020): Idaaratul Ulum : (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v2i2 Desember.129

Abstract

Fokus utama dalam pembahasannya membongkar konsepsi kepemimpinan kiai dalam pengembangan penddikan formal di pesantren. Fokus dalam penilitian ini yaitu bagaimana perilaku kiai mengenal situasi sivitas pesantren, perilaku kiai memberikan pengarahan dan bimbingan kepada sivitas pesantren dan perilaku kiai memberikan pelimpahan wewenang kepada civitas pesantren dalam pengembangan pendidikan formal. Penelitian ini dilaksanakan di pesantren Darul Huda dan Nurul Huda OKU Timur Sumatera Selatan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan perilaku kepemimpinan kiai yang memiliki kecenderungan berubah-ubah. Konklusi dari temuan yang dasarkan pada hasil wawancara mendalam, dokumentasi serta observasi terdapat tiga hal penting. Pertama, proses diagonasa Kiai yang dilakukan pada lingkungan internal maupun external pesantren menyoal peyesuaian tiga komponen penting pada kebutuhan kerja pengembangan pendidikan formal pesantren. Ketiganya adalah kompatibilitas agama, komitmen dan kompetensi. Kedua, arahan dan bimbingan kiai dilakukan berdasarkan kematangan civitasnya yang digambarkan secara rasional melalui Kiai’s scatted concept of maturity rate. Pada konsep tersebut secara logis menjelaskna bahwa arahan nampak berskala tinggi pada civitas dengan kompetensi rendah dan komitmen tinggi. Sedangkan bimbingan berskala tinggi dilakukan pada civitas dengan kompetensi tinggi dan komitmen rendah. Ketiga, pendelagasian wewenang berubah-ubah berdasarkan skala kematangan dan perkembagan hirarki struktur. Kosedarasi berkembang sesuai dengan skala komptensi. Sedangkan inisiasi searah dengan perkembangan komitmen. Adapun hubungan tetap tinggi sebagai pemberian dukungan pada peningkatan komitmen dan kompetensi. Adapun Pemberian kerja model efektif kepemimpin kiai disebut sebagai model kosedaratif delagitif yang didukung degan formal, informal dan fungsional otoritas kiai.
Penerapan Strategi Marketing Jasa Pendidikan pada Masa Pandemi Covid-19 di SMK Al Muttaqin OKU Timur Sumatera Selatan Moh. Adzkiyaunuha
Idaarotul Ulum Vol 3 No 2 Desember (2021): Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v3i2 Desember.187

Abstract

The aim of this study was to describe and to analyze factors which the implementation of educational service marketing strategi. The type of research used is field research using a qualitative method. The data collection instrument was carried out by interview, observation dan documentation. The informants are participal, assistant principal of academic and student affairs, promotion team, educational consumer (society). Data sources are used in the form of primer and secondary data. Research result indicates that the implementation of educational service marketing strategy during covid-19 pandemic in SMK Al Muttaqin OKU Timur Sumatera Selatan which focuses on positioning activity (decide marketing position) indicate that this implementation has been well implemented. It can be seen from several indicators which are fulfilled in implementation of educational service marketing strategy on positioning activity that are educational institution provide marketing attribute or media, institution describes good prospect for alumnus and gives valid information related to aducational fee on educational marketing activity. Supporting factors of positioning activity are educational background of teachers and staff, sufficient facilities and infrastructure, strategic school location that is easy to be reached by educational consumer. While inhibiliting factors are price regulation or educational fee and process of educational product offers.
Konsep Manajemen Pendidikan Islam : (Sebuah Analisis Aspek Ontologi. Epistemologi, dan Aksiologi Konsep Manajemen Pendidikan Islam) Moh. Adzkiyaunuha
Idaarotul Ulum Vol 4 No 1 Juni (2022): Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v4i1 Juni.207

Abstract

Tulisan ini akan membahas aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis pada konsep Manajemen Pendidikan Islam. Pembahasan mengenai Ontologi Manajemen Pendidikan Islam ini akan dimulai dari tinjauan teoretis pengertian dan fungsi-fungsi manajemen, kemudian seperti apa isyarat AlQur’an dan Hadits tentang fungsi manajemen tersebut. Adapun pembahasan mengenai epistemologis Manajemen Pendidikan Islam akan dibahas bagaimana proses membangun Ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Dalam hal ini meliputi sumber-sumber, sarana & prasarana, cara bagaimana mengukur kebenaran ilmiah yang di anut dalam membangun teori (theoritical construction) Manajemen Pendidikan Islam. Dan pembahassan mengenai aksiologis Manajemen Pendidikan Islam akan dibahas Apa kegunaan dan manfaat Manajemen Pendidikan tersebut? Meliputi tujuan yang ingin dicapai. Dalam hal ini mengapa Manajemen Pendidikan Islam diperlukan ? Apa manfaatnya ? Pengertian manajemen dari segi bahasa bahwa kata manajemen berasal dari bahasa Inggris yang merupakan terjemahan langsung dari kata “management” yang berarti: pengelolaan, ketata laksanaan, atau tata pimpinan. Sementara dalam kamus Inggris Indonesia, bahwa kata “Management” berasal dari akar kata to manage yang berarti mengurus, mengatur, melaksanakan, mengelola, dan memperlakukan.
Manajemen Pengembangan Profesionalisme Guru Di SMK Al Muttaqin OKU Timur Moh. Adzkiyaunuha
Idaarotul Ulum Vol 4 No 02 Desember (2022): Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v4i02 Desember.241

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk mengetahui manajemen pengembangan profesionalisme guru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriftif. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dengan cara penafsiran deskriptif semata-mata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa SMK Al Muttaqin OKU Timur mendukung pengembangan keprofesionalan berkelanjutan dengan merencanakan program kualifikasi pendidikan pendidik, program sertifikasi, program pemberdayaan MGMP, program pengembangan keprofesian berkelanjutan, program supervisi pendidikan, IHT (In House Training), seminar, workshop, USAID, rapat guru, Lesson Study. Program- program tersebut terlaksana secara efektif dan efisien hal ini terbukti dengan hasil pengembangan profesionalisme guru . SMK Al Muttaqin OKU Timur yaitu dengan diraihnya sejumlah prestasi oleh pendidik, peserta didik, dan lembaga SMK Al Muttaqin OKU Timur .
Kepemimpinan Kiai Pondok Pesantren Darul Muttaqin Moh. Adzkiyaunuha
Idaarotul Ulum Vol 6 No 01 (2024): Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v6i01.387

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi bahwa pondok pesantren merupakan pendidikan tertua dan sampai saat ini memiliki kepercayaan yang tinggi dari masyarakat sekitar. Pesantren mulai membangun dirinya secara “kualitas (mutu)”, seperti halnya pada pola manajemen pondok pesantren tradisional yang perlu sentuhan dalam mengelolanya, supaya dalam proses pembelajaran bisa progres. Dengan adanya kemajuan dalam manajemen diharapkan pondok pesantren mampu mengahsilkan out put yang siap menghadapi tantangan zaman, namun dalam hal ini tak sedikit pondok pesantren yang masih menggunakan pola manjemen pondok pesantren tradisional. Pemegang kendali manajerial di pesantren adalah seorang Kiai, selain sebagai pendidikan atau pengajar. Posisi kepemimpinan kiai di pesantren lebih menekankan pada aspek kepemilikan saham pesantren dan moralitas serta kedalaman ilmu agama, dan sering mengabaikan aspek manajerial. Kiai atau pengasuh pondok pesantren merupakan elemen yang sangat esensial bagi suatu pesantren, oleh karenanya, sangat wajar jika pertumbuhannya, pesantren sangat bergantung pada peran seorang Kiai.
Pengaruh Manajemen Konflik Kepala Madrasah Tsanawiyah Dan Hubungannya Dengan Kinerja Guru Di Madrasah Tsanawiyah Darul Huda Kabupaten OKU Timur Moh. Adzkiyaunuha
Idaarotul Ulum Vol 6 No 2 (2024): Desember: Idaaratul 'Ulum (Jurnal Prodi MPI)
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v6i2.437

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktual antara peningkatan kinerja guru di Madrasah Tsanawiyah Darul Huda Kabupaten OKU Timur dengan penanganan konflik yang dilakukan kepala madrasah. Penelitian ini menggunakan metode korelasional secara ikuantitatif. Pertanyaan dengan empat kemungkinan jawaban dibagikan kepada 85 responden dengan menggunakan model skala Likert, dan temuannya digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini. Uji koefisien determinasi, uji analisis statistik, uji hipotesis (uji korelasi spearman’s rank), idan uji instrumen (validitas dan reliabilitas) merupakan metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini. Temuan penelitian didasarkan pada korelasi variabel X dan Y yang menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,750 dengan kategori koefisien 0,51-0,75 menunjukkan hubungan yang besar atau kuat dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa di Madrasah Tsanawiyah Darul Huda Kabupaten OKU Timur, terdapat hubungan antara peningkatan kinerja guru dengan kemampuan kepala madrasah dalam menyelesaikan konflik. Selanjutnya uji koefisien determinasi diperoleh nilai (R square) sebesar 0,531 yang menunjukkan bahwa variabel manajemen ikonflik kepala madrasah memberikan kontribusi sebesar 53,1% terhadap peningkatan kinerja guru.