Fokus utama dalam pembahasannya membongkar konsepsi kepemimpinan kiai dalam pengembangan penddikan formal di pesantren. Fokus dalam penilitian ini yaitu bagaimana perilaku kiai mengenal situasi sivitas pesantren, perilaku kiai memberikan pengarahan dan bimbingan kepada sivitas pesantren dan perilaku kiai memberikan pelimpahan wewenang kepada civitas pesantren dalam pengembangan pendidikan formal. Penelitian ini dilaksanakan di pesantren Darul Huda dan Nurul Huda OKU Timur Sumatera Selatan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan perilaku kepemimpinan kiai yang memiliki kecenderungan berubah-ubah. Konklusi dari temuan yang dasarkan pada hasil wawancara mendalam, dokumentasi serta observasi terdapat tiga hal penting. Pertama, proses diagonasa Kiai yang dilakukan pada lingkungan internal maupun external pesantren menyoal peyesuaian tiga komponen penting pada kebutuhan kerja pengembangan pendidikan formal pesantren. Ketiganya adalah kompatibilitas agama, komitmen dan kompetensi. Kedua, arahan dan bimbingan kiai dilakukan berdasarkan kematangan civitasnya yang digambarkan secara rasional melalui Kiai’s scatted concept of maturity rate. Pada konsep tersebut secara logis menjelaskna bahwa arahan nampak berskala tinggi pada civitas dengan kompetensi rendah dan komitmen tinggi. Sedangkan bimbingan berskala tinggi dilakukan pada civitas dengan kompetensi tinggi dan komitmen rendah. Ketiga, pendelagasian wewenang berubah-ubah berdasarkan skala kematangan dan perkembagan hirarki struktur. Kosedarasi berkembang sesuai dengan skala komptensi. Sedangkan inisiasi searah dengan perkembangan komitmen. Adapun hubungan tetap tinggi sebagai pemberian dukungan pada peningkatan komitmen dan kompetensi. Adapun Pemberian kerja model efektif kepemimpin kiai disebut sebagai model kosedaratif delagitif yang didukung degan formal, informal dan fungsional otoritas kiai.
Copyrights © 2020